Nasional

Klaster Covid-19 Ponpes Gempol Kabupaten Cirebon Bertambah

Oleh: Admin Jumat 01 Jan 2021, 13:57 WIB
Tim medis melakukan tes untuk mendeteksi usap Covid-19 di kluster ponpes Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. (ist)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 17 santri dari klaster pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, terkonfirmasi Covid-19.

Ke-17 santri tersebut dinyatakan positif dari 272 sampel yang diperiksa dalam tes usap PCR pada 28 Desember 2020. Mereka merupakan kontak erat dari para santri yang sebelumnya terkonfirmasi positif.

Selain melakukan tracing dan tes PCR bagi santri yang kontak erat, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon juga telah melakukan pengobatan terhadap para santri yang terkonfirmasi positif.

AYO BACA : JADWAL VAKSINASI COVID-19: Tenaga Kesehatan Belum Dapat SMS Blast dari Kemenkes? Cek Disini Aja!

"Kami arahkan para santri yang negatif dipulangkan, sedangkan yang positif diisolasi mandiri dengan kebutuhan obat-obatan dan vitamin," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni.

Sampai kini, Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) diberlakukan di area ponpes. Selain itu, satgas pula membagikan alat pendukung protokol kesehatan, seperti masker.

Klaster ponpes di Gempol dijelaskannya bermula dari adanya pengurus ponpes yang mengalami gejala Covid-19. Saat itu, beberapa pengurus dan santri mengeluhkan penurunan fungsi indra penciuman dan rasa.

AYO BACA : RS Covid-19 di Jakarta Penuh, Solusi Pemprov DKI: Tambah RS Rujukan Baru

Satgas pun menindaklanjuti dengan melakukan tes usap PCR. Pada 12 Desember 2020, 2 orang dinyatakan positif.

"Kami pun melakukan tracing kontak erat dari 2 orang yang terkonfirmasi positif dan ditemukan 46 orang yang diduga kontak erat," paparnya.

Ke-46 orang itu pun kemudian pula menjalani tes usap pada 18 Desember 2020. Hasilnya, sebanyak 26 orang di antaranya positif.

"Positif ratenya mencapai 56.60%," ujarnya.

Untuk memastikan penanganan terhadap kluster ponpes di Kecamatan Gempol itu, pihaknya kembali melakukan 2 kali pemeriksaan tes PCR pada 25 Desember dan 28 Desember 2020.

Pada 25 Desember, satgas melakukan tes kepada 457 sampel dan didapati 120 orang di antaranya terkonfirmasi positif. Kemudian, pada 28 Desember 2020, sebanyak 272 sampel kembali diperiksa dan mendapati 17 orang positif.(Erika Lia)

AYO BACA : Siap-siap Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 1 Tahun 2021! Siapkan Dokumen Ini dan Simak Tips agar Lolos

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono