MAJALENGKA, AYOJAKARTA.COM - Sebuah tebing setinggi 10 meter longsor di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka usai hujan terus mengguyur wilayah tetsebut, Selasa (29/12/2020). Akibarnya, akses jalan menuju objek wisata Lembah Panyaweuyan terputus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, longsor terjadi di Blok Jatilima, Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura. Kejadian itu bermula dari hujan berintensitas tinggi yang melanda kawasan sekitar.
"Hujan intensitas tinggi menyebabkan tebing setinggi sekitar 10 meter longsor," terang Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Reza Permana.
Material longsor berupa bebatuan pun menutup jalan penghubung desa. Termasuk akses menuju Lembah Panyaweuyan turut terhalang.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk penanganan. Saat ini upaya pembersihan material longsor akan dilakukan demi membuka jalan.
"Pembersihan material longsor akan menggunakan alat berat," ujarnya.
Memasuki puncak musim hujan sendiri, sejumlah bencana telah melanda Kabupaten Majalengka. Selain longsor, pergerakan tanah, banjir, hingga erosi sungai terjadi di daerah ini.
AYO BACA : Pelanggar Prokes di Depok Langsung Diminta Rapid Test
Pergerakan tanah salah satunya dialami warga yang menghuni 3 rumah di Blok Cidomas, Desa Cikidang Kecamatan Bantarujeg. Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Andik Siswanto mengatakan, pergerakan tanah terjadi setelah turun hujan lebat, pekan kemarin.
"Akibat pergeseran tanah, selain mengancam 3 rumah warga, juga mengancam musala dan tiang listrik di lokasi kejadian," bebernya.
Namun dia memastikan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Dia tetap mengimbau warga waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi.
"Kami imbau masyarakat waspada terhadap segala bentuk bencana alam pada musim penghujan, baik longsor, pergerakan tanah, banjir, angin puting beliung maupun bencana alam lain," tuturnya.
Sementara, banjir tercatat merendam pemukiman warga di Blok Kamuning, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumberjaya. Banjir terjadi setelah hujan deras menyebabkan Sungai Cikedung meluap.
Selain di Sumberjaya, banjir pula melanda komplek perumahan BKMG Jatiwangi, Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi. Kondisi itu terjadi akibat limpasan air hujan.
Hujan berintensitas tinggi juga menyebabkan pengikisan atau erosi Sungai Ciwaringin di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding. Akibatnya sempadan sungai terkikis yang mengancam jalan lingkungan.(erika lia)