Nasional

Distribusi Vaksin Jadi Perhatian Utama, Keampuhan Vaksin Harus Terjamin

Oleh: Admin Selasa 29 Des 2020, 09:41 WIB
Vaksin Sinovac saat pertama kali datang di Indonesia/ dok via Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Proses pendistribusian vaksin anticovid-19 ke masyarakat menjadi salah satu penentu kesuksesan program vaksinasi pencegahan corona. Dalam pendistribusian, secara teknis, harus dilakukan dengan baik sehingga mutu dan keampihan vaksin bisa terjamin.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan, tahapan yang tengah dilakukan pihaknya saat ini adalah periode monitoring. Di mana sample darah dari masing-masing relawan akan dites untuk  menentukan titer antibodi. Setelah 3 bulan, data tersebut akan dilaporkan hasilnya kepada Badan Pengawas Obat dan  Makanan (Badan POM) sebagai bagian dari proses untuk mendapatkan emergency use  authorization (EUA). 

“Sampai saat ini tidak ada kejadian-kejadian yang serius yang akan membuat  uji klinik tahap 3 terevaluasi ataupun dihentikan. Sehingga izin dari Badan POM bisa keluar dan  kita nanti bisa segera berikan program vaksinasi kepada masyarakat luas”, ujarnya dalam Dialog  Juru Bicara Vaksin Covid-19 dengan tema “Menjaga Kualitas Vaksin Aman Hingga Ke  Masyarakat” yang ditayangkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi  Nasional (KPCPEN), Senin (28/12/2020). 

AYO BACA : Cerita Aa Gym Dinyatakan Positif Covid-19

Selain mempersiapkan keamanan vaksin Covid-19, Bio Farma juga tengah mempersiapkan  sistem distribusi vaksin ke seluruh Indonesia. Honesti Basyir menyampaikan, dari sistem distribusi sendiri sudah  mengembangkan sistem digitalisasi, mulai dari pengemasannya hingga nanti akan dikembangkan  dengan sistem track and trace.

“Kita akan memberikan semacam QR code, mulai dari kemasan yang primary, secondary, dan juga tertiary. Sehingga nanti vaksin ini benar-benar bisa kita  pastikan akan diberikan kepada yang berhak untuk menerimanya” ujar Honesti Basyir.  

Untuk menjaga mutu vaksin tersebut tetap baik hingga ke masyarakat nanti, Bio Farma juga telah menyiapkan sistem pemantauan suhu pada kemasannya. Hal ini guna memastikan bahwa selama  proses distribusi, vaksin tersebut disimpan pada suhu yang standar, yakni dua sampai delapan derajat celcius.  

AYO BACA : 10 Bulan Pandemi, Indonesia Kerja Keras Upayakan Pengadaan Vaksin Covid-19

“Jadi, nanti kalau seandainya, ada kejadian luar biasa, di mana penyimpanannya itu di luar dua  dan delapan derajat celcius, itu akan segera diberikan notifikasinya, dan kita bisa lacak nanti  lokasinya ada di mana. Sehingga nanti kita akan lihat, kalau memang masih sesuai dengan standar vaksinnya akan tetap kita berikan. Tapi, kalau seandainya di luar standar nanti akan  ditarik, dan kita ganti dengan vaksin yang baru”, jelas Honesti Basyir.

Honesti Basyir menuturkan, semua distribusi rantai dingin juga akan dilengkapi dengan GPS untuk menentukan  bahwa vaksin itu nanti akan sampai di daerah tujuannya. “Jadi, memang menurut kami, distribusi  juga suatu hal yang sangat vital dalam proses vaksinasi ini untuk memberikan jaminan, bahwa  mereka mendapatkan vaksin yang bagus”, terang Honesti Basyir.

Dalam persiapan distribusi ini Bio Farma bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan  Informatika dan Telkom Indonesia yang sudah mengembangkan sistem integrasi satu data. Artinya di  masing-masing vial vaksin itu sudah ada kode tertentu. Kode ini nanti akan  dikomunikasikan dengan sistem integrasi satu data.

“Nantinya ada data-data tertentu seperti  vaksin ID yang ada di vial-nya vaksin itu sendiri, dan dari customer ID, nanti yang disesuaikan  dengan data KTP ataupun data yang ada di Dukcapil. Jadi nanti akan memastikan bahwa vaksin  nomor tertentu diterima oleh masyarakat ataupun orang dengan nomor KTP tertentu”, tutup  Honesti Basyir.  

Sebagai masyarakat yang baik, Honesti Basyir mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mendukung program  vaksinasi. Pasalnya, para peneliti dan ilmuwan telah berupaya keras demi menjamin keamanan dan mutu  vaksin Covid-19 yang baik untuk seluruh masyarakat Indonesia. Juga tidak berhenti  menjalankan perilaku Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak (3M), sampai  setelah program vaksinasi nanti diberikan. (Eneng Reni/ Ayobandung)

AYO BACA : Peneliti Sebut Vaksin Covid-19 Saat Masih Sesuai Meski Virus Bermutasi

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati