TEBET, AYOJAKARTA.COM - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut meluncurkan gerakan wakaf uang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hingga Senin kemarin, telah terkumpul dana sebanyak Rp3,5 miliar. Dana ini berasal dari ASN seluruh Kemenag yang mewakafkan uangnya.
Dalam acara peluncuran tersebut, hadir Menpan-RB Tjahjo Kumolo, Wamenag Zainut Tauhid Saadi, dan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh. Kegiatan ini juga disiarkan secara virtual di akun media sosial dan channel YouTube Kemenag RI.
Gus Yaqut, panggilan akrab Menag Yaqut Cholil, menyebutkan wakaf merupakan pilar ekonomi yang berkontribusi menghadirkan kesejahteraan bagi umat. Wakaf uang merupakan bagian penting dalam program penguatan ekonomi dan keuangan syariah.
"Bagi Bangsa Indonesia, praktik wakaf sudah dikenal secara luas. Para ulama, pesantren, dan ormas Islam telah banyak memperkenalkan wakaf. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika potensi wakaf di Indonesia sangat besar," ujar Gus Yaqut dalam sambutannya, Senin (29/12/2020).
Dia menjelaskan, negara hadir dan memastikan pengelolaan wakaf dilaksanakan secara tepat dan terukur, dan pemanfaatannya dapat dirasakan secara merata oleh umat. "Wakaf uang adalah bukti nyata dedikasi dan loyalitas ASN Kementerian Agama terhadap umat,” imbuhnya.
Gus Yaqut berharap gerakan wakaf uang ASN Kemenag yang diluncurkan pada Senin kemarin akan menjadi langkah awal yang baik untuk mendorong masyarakat umum mengikutinya. “Kita mulai dari diri kita, dari rumah kita, dan dari institusi kita,” kata Gus Yaqut.
AYO BACA : Kunjungi Gereja Bersejarah di Semarang, Menag Pastikan Sebagai Menteri Semua Agama
Di kesempatan yang sama, Menpan RB, Tjahjo Kumolo, berharap gerakan wakaf uang ini tidak hanya dilaksanakan oleh pegawai Kementerian Agama, tetapi juga oleh ASN di seluruh Indonesia.
“Mudah-mudahan gerakan wakaf untuk kemaslahatan umat ini tidak hanya dilaksanakan di Kementerian Agama, tetapi juga seluruh ASN di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat desa," ungkapnya.
"Saya sangat mendorong rekan-rekan ASN di manapun berada untuk dapat berpartisipasi pada program wakaf yang diinisiasi oleh Kemenag ini,” lanjutnya.
Ia menambahkan, nilai dasar ASN adalah pengabdian kepada negara dan rakyat, serta pada etika yang luhur. Pengabdian tersebut, imbuhnya, memiliki makna yang luas, termasuk kepekaan sosial dan kegotongroyongan atas apa yang terjadi di lingkungannya.
Sementara itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, dalam laporannya mengatakan bahwa Launching Gerakan Wakaf Uang ASN Kemenag ini dimaksudkan untuk menjadi percontohan sekaligus inisiasi ASN Kemenag dalam menggerakan wakaf uang di tanah air.
Ia berharap wakaf uang ASN Kemenag ini turut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan di Indonesia.
AYO BACA : Warga Syiah dan Ahmadiyah Indonesia Dapat Perhatian dari Menag Gus Yaqut