Nasional

10 Bulan Pandemi, Indonesia Kerja Keras Upayakan Pengadaan Vaksin Covid-19

Oleh: Admin Senin 28 Des 2020, 20:41 WIB
ilustrasi (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Saat ini pemerintah Indonesia tengah berusaha untuk terus menahan laju penularan Covid-19, salah satunya dengan mendatangkan vaksin tahap pertama yang datang pada 6 Desember 2020.

Dalam tayangan di kanal YouTube FMB9id_ikp dengan judul “Indonesia Gotong Royong Siapkan Vaksin Covid-19”, pada saat menyambut kedatangan vaksin tersebut Presiden  Joko Widodo menyatakan, pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19.

“Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinik di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu. Kita juga masih mengupayakan 1,8 juta dosis vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021,” ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan resminya melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Selain vaksin dalam bentuk jadi, Presiden  Jokowi menyampaikan, dalam bulan ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin dan di bulan Januari sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma. 

“Presiden juga menyatakan syukur, vaksin sudah tersedia, artinya bisa segera mencegah meluasnya wabah  Covid-19. Tetapi untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM),” katanya.

AYO BACA : Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Melebihi 21 Ribu Kasus dengan Tambahan 215 Kasus Baru Meninggal Dunia (Update 28 Desember 2020)

Sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia, juga memutuskan akan memberikan secara gratis vaksin Covid-19 untuk warganya jika sudah tersedia. Presiden Jokowi pada 16 Desember juga mengumumkan hal yang sama.

“Jadi, setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang mengenai keuangan negara, dapat saya  sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi, gratis, tidak  dikenakan biaya sama sekali,” katanya.

Presiden juga menginstruksikan dan memerintahkan kepada seluruh jajaran kabinet,  kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan program vaksinasi pada  tahun anggaran 2021. 

“Saya juga menginstruksikan dan memerintahkan kepada Menteri Keuangan untuk memprioritaskan dan merealokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis ini sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin," terang Presiden. 

“Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima vaksin ini untuk pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin  yang digunakan aman," ujar Jokowi. 

AYO BACA : Angka Kematian Covid-19 di DKI Jakarta Tembus 3 Ribuan Kasus per 28 Desember 2020

10 bulan sesudah pandemi menghampiri Indonesia, seluruh lapisan masyarakat terus bergotong-royong, bergandengan tangan untuk melawan Pandemi, melalui kedisiplinan menerapkan  protokol Kesehatan 3M dan mendukung persiapan vaksinasi serta siap divaksin saat vaksin siap.

Seperti diketahui, wabah Covid-19 pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada 1 Desember 2019. Wabah yang telah berlangsung setahun ini ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi Kesehatan dunia (WHO) pada 11  Maret 2020. 

Kasus positif Covid-19 di Indonesia pertama kali diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Lalu pada 9 April, pandemi sudah  menyebar ke 34 Provinsi dengan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat sebagai provinsi  paling tinggi paparan Covid-19 di Indonesia. 

Sebagai tanggapan terhadap pandemi, beberapa wilayah memberlakukan pembatasan sosial  berskala besar (PSBB). Sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota juga mengajukan dan  menerapkan PSBB.  

Tidak berhenti di situ, para ilmuwan di seluruh dunia juga berusaha mengembangkan vaksin  Covid-19 yang efektif dan aman dalam waktu secepat mungkin. Berdasarkan data WHO per 19  Oktober 2020, terdapat 154 kandidat vaksin yang tengah dalam tahap uji praklinik dan 44  kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki tahap uji klinik.

Beberapa kandidat vaksin sudah memasuki tahap uji klinik fase ketiga, antara lain Sinopharm, Sinovac Biotech,  AstraZeneca, Novavax, Moderna, Pfizer, dan BioNTech, serta vaksin buatan Gamaleya  Research Institute. (Eneng Reni)

AYO BACA : Muncul Klaster Ponpes di Gempol, Puluhan Santri di Kabupaten Cirebon Diisolasi

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono