AYO BACA : Covid-19 di DKI Jakarta Pecah Rekor Hampir 2 Ribuan Kasus (Update 23 Desember 2020)
AYO BACA : Indonesia Catat 106.528 Kasus Aktif Covid-19 dengan Tambahan 7.514 Kasus Baru per 23 Desember 2020
BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung menggelar simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (23/12/2020).
Simulasi tersebut merupakan upaya pemetaan kesiapan Kota Bandung untuk melakukan vaksinasi pada warga bila vaksin telah tiba.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih mencari bentuk petunjuk teknis (juknis) yang sesuai. Meski pihaknya telah sering melakukan imunisasi massal, ia mengatakan, untuk vaksin Covid-19 tetap harus ada penyesuaian.
“Sebetulnya Dinkes dan puskesmas sudah rutin mengadakan kegiatan imunisasi yang sifatnya massal. Tapi Covid-19 ini, pertama jenis vaksin baru dan kedua sistemnya agak berbeda,” ungkapnya.
Dia mengatakan, nantinya akan ada keterlibatan pihak BPJS terutama dalam proses pendaftaran. Pemberian vaksin sendiri rencananya akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.
“Ada keterlibatan dari BPJS karena ikut di dalam aplikasi tiket dan ada aplikasi lainnya. Sehingga memang butuh untuk melihat ataupun mencoba menjalankannya,” ungkapnya.
Berikut opsi tata cara pemberian vaksi Covid-19 bagi warga Kota Bandung yang telah disimulasikan :
1. Pendaftaran lewat aplikasi
Rosye mengatakan, tahap pertama yang harus ditempuh adalah pendaftaran warga lewat aplikasi Peduli Lindungi. Data tersebut terhubung dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Data itu terhubung dari Disdukcapil, lalu data yang sudah ada di BPJS akan terkoneksi. Masing-masing akan memperoleh pemberitahuan yang disampaikan sebelumnya (lewat) SMS," jelasnya.
Nantinya, dalam aplikasi tersebut warga akan diminta mengisi pertanyaan seputar skrining kesehatan. Selain itu, akan ada pertanyaan tentang setuju atau tidaknya warga yang bersangkutan diberikan vaksin Covid-19.
"Tetapi itu bisa berubah, belum final menunggu juknis dari Kemenkes," ungkapnya.
2. Skrining wawancara
Tahapan kedua adalah skrining yang dilakukan melalui proses wawancara. Warga yang akan diberikan vaksin terlebih dahulu akan diwawancarai petugas mengenai riwayat penyakit yang diderita.
"Seperti pernah atau tidak mengalami demam, ISPA, batuk dan sesak 7 hari kebelakang. Mengalami diare dan apakah ada kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid -19," ungkapnya.
3. Pemberian vaksin
Bila dari hasil skrining wawancara warga dinyatakan sehat, maka pemberian vaksin dapat dilakukan. Jadwal skrining akan diberitahu melalui SMS.
“Masyarakat akan mendapatkan SMS ketika pemanggilan data ini sesuai juknis awal. Sesudah pendaftaran, mendapatkan sms panggilan untuk datang ke faskes yang ditunjuk dan jam berapa," ungkapnya.
"Sehingga datang di meja satu butuh klarifikasi, apakah sesuai atau tidak dengan yang sudah terdaftar di aplikasi pendaftaran,” jelasnya.
Untuk jumlah vaksin yang diberikan untuk Kota Bandung, ia mengaku jumlahnya belum pasti. Adapun kebutuhan vaksin Kota Bandung mencapai sekitar 1,5 juta dosis.
“Kota Bandung butuh sekitar 1.5 juta, harus kali dua kali penyuntikannya,” ucapnya.
Sedangkan soal waktu, Dinkes Kota Bandung menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan. Terdapat 7 provinsi prioritas termasuk Jawa Barat yang akan mendapatkan vaksin tersebut. (Nur Khansa)
AYO BACA : Bandung Masuk Zona Oranye, Pembatasan 30% Masih Berlaku