BANYUWANGI, AYOJAKARTA.COM -- Melakukan perjalanan di masa pandemi Covid-19 perlu kewaspadaan agar tidak tertular virus. Jika memang harus bepergian maka ada moda transportasi yang telah beradaptasi secara baik untuk meminimalisasi sebaran virus yakni Garuda Indonesia.
Mengusung tagline #TerbangAman bersama Garuda Indonesia, maskapai plat merah ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di setiap rute penerbangan.
Ayojakarta.com berkesempatan melihat langsung pelaksanaan protokol kesehatan maskapai Garuda Indonesia dengan melakukan perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta tujuan Banyuwangi pada Kamis, 10 Desember.
Saat tiba di bandara, penumpang akan dicek suhu tubuh untuk kemudian diwajibkan melakukan validasi surat keterangan hasil rapid test atau PCR dengan hasil nonreaktif.
Usai validasi rapid test penumpang kemudian dipersilakan untuk melakukan check-in yang diwajibkan mematuhi protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M). Selanjutnya penumpang menuju pintu pesawat.
Ketika akan memasuki pesawat, pramugari Garuda Indonesia akan menyambut penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan yakni menggunakan sarung tangan, masker, dan menjagak jarak.
Penumpang yang telah memasuki pesawat akan dipersilakan untuk duduk sesuai nomor kursi yang telah ditetapkan saat check-in. Garuda Indonesia menerapkan jaga jarak dengan cara mengosongkan sejumlah bangku dalam satu baris.
Garuda Indonesia memberikan perbedaan pada tempat duduk yang ditumpangi penumpang untuk menerapkan jaga jarak. Jika bantal sandaran bangku berwarna oranye dengan tulisan #BecauseYouMatter maka kursi tersebut tidak boleh diduduki oleh penumpang. Namun jika bantal sandaran berwarna hijau toska, kursi tersebut berhak diduduki oleh penumpang.
Sebelum dan setelah pesawat lepas landas penumpang selalu diimbau agar selama dalam perjalanan wajib memakai masker. Imbauan tersebut disampaikan oleh pramugari dan pilot Garuda Indonesia.
Makanan yang disajikan pramugari Garuda Indonesia saat penumpang menaiki pesawat. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Saat pesawat lepas landas beberapa menit sesudahnya pramugari Garuda Indonesia akan membagikan makanan kepada penumpang. Makanan yang dibagikan dalam keadaan tertutup, setiap makanan juga dibungkus dengan plastik sehingga kebersihannya terjaga.
Ketika tiba di bandara tujuan, penumpang diwajibkan untuk mengisi data dan melakukan scaning barcode pada aplikasi e-HAC. Aplikasi ini dapat di donwload melalui ponsel.
Garuda Indonesia juga memiliki sebuah teknologi masa kini yang dapat meminimalisasi kekhawatiran publik terhadap paparan Covid-19 dalam perjalanan ke suatu tempat. Teknologi tersebut bernama HEPA (High-Efficiency Particulate Air) atau penyaringan partikel kuat.
Penumpang diwajibkan untuk mengisi data dan melakukan scaning barcode pada aplikasi e-HAC setibanya di bandara tujuan. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Bagi masyarakat yang bepergian dengan pesawat diharapkan tidak mengalami kekhawatiran yang berlebihan. Pasalnya maskapai berpelat merah, Garuda Indonesia, telah menggunakan teknologi tersebut pada kabin pesawatnya.
HEPA filter diharapkan dapat menciptakan udara bersih dalam kabin pesawat. Cara kerja HEPA filter yaitu sebagian udara dalam kabin dihisap dan kemudian dibuang ke luar.
Sementara itu, sisanya dipompa melalui filter udara HEPA. Teknologi ini diklaim bahwa 99% bakteriologis di dalam kabin akan hilang. #TerbangAman bersama Garuda Indonesia.