AYO BACA : Situ Kanal Pademangan Layani Pemeriksaan Kesehatan 118 Warga
AYO BACA : Tekan Penyebaran Covid-19, Petugas Gabungan Segel 25 Kafe Ilegal di Cilincing
BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Saat ini, tingkat keterisian atau okupansi ruang isolasi Covid-19 di Jawa Barat telah mencapai 75%. Angka tersebut lebih tinggi dari yang disarankan WHO untuk menjaga ketersediaan ruang rawat, yakni maksimal di angka 60%.
Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan 15 gedung baru untuk merawat pasien Covid-19. Namun, hal tersebut terganjal jumlah SDM tenaga kesehatan yang disebut tidak seimbang.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut, pihaknya akan menganalisa masalah SDM yang kurang tersebut. Personel TNI menjadi salah satu opsi.
"Jumlah gedung dengan SDM tidak imbang, maka tadi saya tugaskan menganalisa apakah penambahan gedung ini bisa dicover oleh tenaga kesehatan yang ada dan TNI," ungkapnya di Gedung Sate Bandung belum lama ini.
Selain itu, dia mengatakan opsi lainnya adalah 'subsidi silang' jumlah nakes ke daerah yang memiliki beban pasien Covid-19 lebih tinggi. Tidak seluruh daerah di Jabar saat ini memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap penyebaran Covid-19.
"Apakah bisa subsidi silang,karena Jabar kan luas. Ada daerah yang beban-nya rendah, kita BKO-kan ke daerah yang bebannya tinggi," jelasnya.
Sementara opsi terakhir, dia mengatakan, adalah perekrutan relawan tenaga kesehatan. Hal tersebut saat ini tenga dikalkulasi.
"Opsi terakhir adalah perekrutan relawan kesehatan. Ini sedang dihitung," ungkapnya.
"Tapi minimal satu langkah bahwa gedungnya sudah ada, itu sudah luar biasa untuk menutupi kekurangan. Sehingga minggu depan bisa dilaporkan tingkat keterisian turun," jelasnya. (Nur Khansa)
AYO BACA : Instruksi Gubernur DKI Jakarta Terbit, Sudirman-Thamrin Tutup Pada Malam Tahun Baru