TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Selasa (15/12/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 6.120 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 629.429 kasus.
Angka itu termasuk 93.662 kasus aktif, 516.656 total kasus sembuh dengan penambahan 5.699 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 19.111 kasus meninggal dunia dengan penambahan 266 kasus meninggal. Tidak hanya itu, hari ini juga tercatat ada 65.666 orang yang masuk dalam kategori suspek dengan jumlah sample sebanyak 60.700.
Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 4 Desember yaitu sebanyak 8.369 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel tes mencapai 62.397.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
9 Desember: 6.058 kasus
AYO BACA : Jakarta Selatan Masih Zona Merah Alias Kategori Risiko Tinggi
10 Desember: 6.033 kasus
11 Desember: 6.310 kasus
12 Desember: 6.388 kasus
13 Desember: 6.189 kasus
14 Desember: 5.489 kasus
AYO BACA : ?Soal Pengetatan WFH untuk ASN di Jakarta, Begini Respons Wakil Ketua DPRD
15 Desember: 6.120 kasus
Kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi pada Minggu (6/12/2020) merupakan wujud upaya pemerintah untuk menyiapkan vaksinasi Covid-19. Rencana detail pelaksanaan vaksinasi tengah difinalisasi dan akan segera diumumkan Desember 2020.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate, memperkenalkan lima juru bicara pemerintah untuk vaksinasi Covid-19.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik vaksin Covid-19 yang telah dipersiapkan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu. Dimana, rapat tersebut menekankan agar komunikasi publik mengenai vaksin Covid-19 harus dipersiapkan matang.
Juru bicara pemerintah yang pertama dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu Siti Nadia Tarmizi. Siti merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Langsung (Dirjen P2PML). Kedua, juru bicara dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia. Dia juga menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat Badan POM.
Serta yang ketiga yaitu juru bicara dari PT. Bio Farma, Bambang Herianto. Dia merupakan Corporate Secretary perusahaan holding farmasi Bio Farma.
Siti Nadia, Lucia Rizka, dan Bambang Herianto berperan untuk membangun pemahaman yang tepat terkait kebijakan dan isu terkait serta membangun partisipasi publik untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 dan penanganan Covid-19.
AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Setelah Nakes, Yoyok Sukawi Usul Guru dan Tenaga Pendidik Jadi Prioritas