Nasional

VAKSIN COVID-19: Ridwan Kamil Jalani Pengambilan Darah Kedua Uji Klinis III Vaksin Sinovac

Oleh: Admin Senin 14 Des 2020, 21:28 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto:Humas Jabar)

AYO BACA : Warga Bekasi Ragu Disuntik Vaksin Covid-19

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Hasil Survei, 9% Warga Jabar Menolak Pemberian Vaksin

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti pengambilan darah kedua setelah penyuntikkan pertama vaksin Covid-19 (atau placebo) Sinovac di Puskesmas Garuda Kota Bandung, Senin (14/12/2020). Pengambilan darah tersebut bertujuan untuk mengetahui reaksi vaksin Covid-19 di tubuh para relawan, dan oleh karenanya efektivitas vaksin tersebut dapat diketahui.
\n
\nRidwan Kamil mengatakan, sejauh ini dirinya tidak mengalami reaksi signifikan selama menjalani proses uji klinis tahap III. Hal serupa juga dialami para relawan pejabat lainnya seperti Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar dan Pangdam III Siliwangi.
\n
\n\"Hari ini saya melaksanakan kewajiban sebagai relawan untuk diambil darah kedua setelah penyuntikkan pertama. Sampai hari ini, khususnya Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) melaporkan semua sehat dan fit, tidak ada kendala sakit,\" ungkapnya selepas menjalani pengambilan darah.
\n
\nDia juga mengatakan, beberapa hasil swabnya selalu dinyatakan negatif Covid-19. Namun, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hal tersebut berkaitan dengan efek vaksin yang diberikan atau bukan.
\n
\n\"Kemarin juga berkali-kali diswab (hasilnya) negatif. Apakah ini karena faktor vaksin atau bukan, belum bisa disimpulkan,\" ungkapnya.
\n
\nSelain itu, dia mengatakan saat ini terjadi perubahan jadwal uji klinis tahap III. Semula, pengambilan darah kedua ini adalah fase terakhir yang harus dijalani relawan sebelum akhirnya efektivitas vaksin diumumkan.
\n
\n\"Ternyata relawan vaksin Biofarma harus dicek lagi, tidak hanya saat tiga bulan, tapi juga saat enam bulan harus diambil lagi darahnya, di Maret 2021,\" ungkapnya.
\n
\nSehingga, hal tersebut juga otomatis menggeser pengumuman berhasil atau tidaknya vaksin yang akan diproduksi di Kota Bandung oleh Bio Farma tersebut. Dari semula akan diumumkan Desember 2020, menjadi kemungkinan pada Maret 2021.
\n
\n\"Karena BPOM ingin pastikan kandungan dari antibodi kita berlimpah di rentang waktu yang lebih panjang,\" ungkapnya. (Nur Khansa)

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Februari Mulai Penyuntikkan, Simak Cara Vaksinasi Khusus Jalur Mandiri

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono