TEBET, AYOJAKARTA.COM - Vaksin anti Covid-19 Sinovac sudah datang di Indonesia sejak 6 Desember. Namun, vaksin tersbut tak bisa segera disuntikkan langsung kepada masyarakat lantaran terganjal pemenuhan regulasi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin baru akan didistribusikan tiga pekan usai mendapatkan Emergency Use of Authorization (UEA) atau izin penggunaan darurat dari BPOM dan fatwa halal dari MUI.
Saat ini, kata dia, vaksin sedang disimpan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penghasil vaksin Bio Farma.
AYO BACA : VAKSIN COVID-19: HIPPI Optimistis Vaksinasi Pulihkan Ekonomi Lebih Cepat
"Kepala BPOM Penny K Lukito mengestimasi memberikan EUA pada akhir Januari 2021, tetapi ini sangat tergantung pada hasil uji klinis. Kalau hasilnya cepat maka kita bisa juga bisa cepat (vaksinasi), tetapi untuk pelaksanaannya sudah disiapkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," katanya saat berbicara di sebuah diskusi virtual bertema Setelah Vaksin Datang, Sabtu (12/12/2020).
Setelah disetujui dan mendapatkan EUA, Bio Farma mendistribusikannya ke tingkat provinsi kemudian ke tingkat kabupaten/kota. Kemudian baru ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Jadi estimasinya dua sampai tiga pekan atau sekitar Februari. Insya Allah doakan," ujar Siti.
AYO BACA : Pemerintah Jamin Vaksin Sinovac Aman, Ini Prioritas Vaksinasi
Ia menambahkan, vaksin ini akan diberikan pada kelompok prioritas tenaga kesehatan, aparat TNI/Polri, dan yang bekerja di sektor publik. Artinya seluruh komponen tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) mulai dari tenaga medis sampai tenaga penunjang medis dan tenaga pendukung lainnya, aparat, hingga yang ada di sektor publik menjadi kelompok pertama yang disuntik vaksin ini.
Ia menambahkan, vaksinasi akan dilakukan pada 107 juta orang berusia 18 hingga 59 tahun dan membutuhkan 214 juta dosis. Hingga saat ini, pihaknya fokus memberikan vaksin di Jawa dan Bali.
Nadia menambahkan, Jawa dan Bali dipilih menjadi tempat pertama imunisasi Covid-19 karena kasus Covid-19 cukup tinggi di tujuh provinsi di dua pulau ini. Kendati demikian, pihaknya lagi-lagi tak bisa memastikan kapan imunisasi Covid-19 bisa dilakukan.
"Kami masih menunggu persetujuan BPOM dan kehalalan dari MUI," katanya.
AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Airlangga Sebut Skema Pelaksanaan Vaksinasi Segera Terbit 1-2 Minggu