Nasional

140 Ribu Data BLT atau BSU Termin 2 Belum Cair ke BNI, Mandiri, BCA! Ini Sebabnya

Oleh: Admin Jumat 11 Des 2020, 13:39 WIB
ilustrasi uang (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Jelang akhir tahun, bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 dengan periode penyaluran November 2020 hingga Desember 2020, masih ada beberapa pekerja yang belum menerima dana ke rekening BNI, Mandiri, bahkan BCA.

Kira-kira, apa kendalanya? Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Stafsus Kemnaker), Reza Hafiz, membeberkan pihaknya mencatat 140 ribu pekerja masih dalam proses menerima dana BLT atau BSU termin 2 lantaran data penerima tidak valid.

“Kami serahkan kembali data-data yang tidak valid ke BPJS Ketenagakerjaan. Ada 140 ribu data yang kami kembalikan,” ujar Reza di YouTube Forum Merdeka Barat 9, Kamis (10/12/2020).

Reza menjelaskan, pengembalian data ke BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek, dikarenakan data penerima BLT atau BSU termin 2 bersumber dari lembaga tersebut. Hal ini membuat Kemenaker tidak memiliki kapasitas untuk melakukan validasi atau revisi ulang.

Di sisi lain, terhambatnya penyaluran BLT atau BSU termin 2 disebabkan beberapa faktor yakni, keterangan nama di KTP dan rekening tidak sama. Kemudian, banyak rekening bank yang tidak aktif. Oleh karena itu, dana BLT atau BSU tidak dapat masuk ke rekening penerima.

"Nama yang ada di KTP dan di rekening biasanya tidak sama. Nah, biasanya ada masalah di situ," imbuh Reza.

Adapun, total penerima manfaat BLT atau BSU termin 2 sudah terealisasikan kepada 11 juta penerima dari target 12,4 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Untuk program bantuan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,9 triliun.

"Sedangkan, realisasi dari termin I periode September 2020 hingga Oktober 2020 mencapai 98,8% atau sekitar 12,2 juta orang yang menerima BSU. Sisanya masih dalam proses itu tadi," pungkasnya.

Berikut ini alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 yang Ayojakarta sarikan dari penjelasan BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker:

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BP Jamsostek dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.

Ketiga: BP Jamsostek melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai 4 hari untuk melakukan check list.

Keenam: Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Bank Himbara.

Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank.

Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

Mengikuti alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja termin 1 itu, langkah di butir pertama  dan butir keenam tentu tidak diperlukan lagi. Prosesnya tinggal dari KPPN kepada Bank Himbara kemudian ditransfer ke rekening penerima yang memang sudah terdaftar di termin 1.

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono