Nasional

Bertemu Moeldoko, Ridwan Kamil Bahas Kesiapan Penyuntikan Vaksin

Oleh: Admin Jumat 04 Des 2020, 19:50 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko di Gedung Pakuan Kota Bandung, Jumat (4/12/2020). (dok)

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Februari Mulai Penyuntikkan, Simak Cara Vaksinasi Khusus Jalur Mandiri

AYO BACA : Apa Beda Vaksin, Vaksinasi, dan Imunisasi? Begini Penjelasannya

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko di Gedung Pakuan Kota Bandung, Jumat (4/12/2020). Dalam kesempatan tersebut, keduanya membahas kesiapan dan mekanisme pemberian vaksin Covid-19.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah bahwa jumlah puskesmas yang ada di daerah-daerah tidak memadai untuk menampung antrean masyarakat yang akan disuntik vaksin. Sehingga, gedung-gedung yang lebih besar harus disiapkan untuk menghindari penumpukan massa.

"Jumlah puskesmas yang ada tidak akan memadai. Satu orang (proses penyuntikan berlangsung) selama 45 menit, antrean nanti akan terlalu besar. Sehingga dimohon untuk membuat peraturan yang lebih realistis," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil seusai pertemuan.

Oleh karenanya, ia menyarankan agar penggunaan gedung-gedung pertemuan, gedung olahraga atau gedung besar non-puskesmas lainnya dapat disetujui. Selain itu, Emil juga mengatakan bahwa pemerintah pusat akan memberi pernyataan terkait progres uji klinis tahap III vaksin Covid-19 Sinovac-Biofarma.

"Vaksin Biofarma nanti akan ada statement dari pusat bahwa prosedur standar WHO sudah dilalui, kehalalan sudah dikonfirmasi dan approval BPOM sudah jadi final dari keputusan itu,"  ungkapnya.

Saat ini, BPOM masih menunggu data awal hasil uji klinis tahap III sebelum dapat dinyatakan aman. Bila ketiga aspek tersebut telah dipenuhi--yakni mutu, kehalalan dan keamanan, maka Moeldoko akan meminta para ulama dan tokoh masyarakat untuk memberi edukasi pada masyarakat.

"Jika tiga hal tadi sudah, Pak Moeldoko minta para ulama untuk bisa menguatkan keyakinan pada masyarakat. Bila tokoh-tokoh ulama sudah melakukan vaksin, maka masyarakat akan semakin percaya," ungkapnya.(Nur Khansa)

AYO BACA : Bima Arya Tekankan Tiga Hal Sebelum Vaksinasi Covid-19 Dilaksanakan

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono