TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Jumat (4/12/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 5.803 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah angka suspek mencapai 69.016 orang dan jumlah sampel tes sebanyak 59.365
Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 563.680 kasus. Angka itu termasuk 80.023 kasus aktif dengan penambahan 2.054 kasus, 466.178 total kasus sembuh dengan penambahan 3.625 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 17.479 kasus meninggal dunia dengan penambahan 124 kasus meninggal.
Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 4 Desember yaitu sebanyak 8.369 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel tes mencapai 62.397.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
29 November: 6.267 kasus
30 November: 4.617 kasus
1 Desember: 5.092 kasus
2 Desember: 5.533 kasus
3 Desember: 8.369 kasus
4 Desember: 5.803 kasus
PT Bio Farma merencanakan vaksinasi Covid-19 dapat segera diberikan kepada masyarakat setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Adapun PT Bio Farma mengharapkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021,s sedangkan EUA dari BPOM dapat dikantongi pada minggu ketiga Januari 2021. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan saat ini pihaknya masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA.
“Laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung,” ujar Honesti dalam telekonferensinya, Rabu (25/11/2020).
Dia membeberkan, kini Bio Farma masih melakukan progres uji klinis sebanyak 1.620 relawan untuk uji klinis tahap 3. Honesti menuturkan sejauh ini semua relawan belum menunjukkan adanya indikasi atau kejadian serius.
Rencananya, pada minggu pertama Januari 2021, kata Honesti, pihaknya akan memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. “Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal,” katanya.
Setelah nantinya EUA sudah diberikan BPOM, Bio Farma akan melakukan proses produksi dengan bahan baku bulk yang didapatkan dari Tiongkok. Honesti menuturkan saat ini perusahaan yang dipimpinnya itu sedang mempersiapkan fasilitas produksi agar bisa langsung berjalan setelah mendapatkan EUA.
Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, syarat pemberian EUA adalah vaksin tersebut harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan 2 secara lengkap. Selain itu, dia membeberkan, EUA akan dikeluarkan jika vaksin mempunyai data analisis interim atau tiga bulan uji klinik fase 3 yang menunjukkan khasiat dan keamanan.
“Kami belum bisa mendapatkan hasil uji klinis dari Brazil. Mereka sudah lebih dulu melakukan uji klinis Sinovac. Diharapkan datanya sudah ada, tetapi mereka butuh waktu lebih lama untuk keamanan, imunogenitas, dan efikasi,” jelas Penny.