Nasional

Rekor Baru Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Capai Angka Fantastis! 8.369 Kasus Baru Dalam 24 Jam!

Oleh: Admin Kamis 03 Des 2020, 16:31 WIB
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Kamis (3/12/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 8.369 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah angka suspek mencapai 69.027 orang dan jumlah sampel tes sebanyak 62.397.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 558.877 kasus. Angka itu termasuk 77.969 kasus aktif dengan penambahan 4.540 kasus, 462.553 total kasus sembuh dengan penambahan 3.673 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 17.355 kasus meninggal dunia dengan penambahan 156 kasus meninggal.

Kasus harian kali ini menjadi kasus tertinggi di sepanjang sejarah Covid-19 di Indonesia. Rekor kasus tertinggi di Indonesia sebelumnya terjadi pada 29 November yaitu sebanyak 6.267 kasus.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

AYO BACA : Menaker Ida Fauziyah Positif Covid-19

28 November: 5.418 kasus
29 November: 6.267 kasus
30 November: 4.617 kasus
1 Desember: 5.092 kasus
2 Desember: 5.533 kasus
3 Desember: 8.369 kasus

PT Bio Farma merencanakan vaksinasi Covid-19 dapat segera diberikan kepada masyarakat setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun PT Bio Farma mengharapkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021, sedangkan EUA dari BPOM dapat dikantongi pada minggu ketiga Januari 2021. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan saat ini pihaknya masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA.

“Laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung,” ujar Honesti dalam telekonferensinya, Rabu (25/11/2020).

Dia membeberkan, kini Bio Farma masih melakukan progres uji klinis sebanyak 1.620 relawan untuk uji klinis tahap 3. Honesti menuturkan sejauh ini semua relawan belum menunjukkan adanya indikasi atau kejadian serius.

AYO BACA : Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Karang Anyar Jakpus Ditutup Sementara

Rencananya, pada minggu pertama Januari 2021, kata Honesti, pihaknya akan memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. “Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal,” katanya.

Setelah nantinya EUA sudah diberikan BPOM, Bio Farma akan melakukan proses produksi dengan bahan baku bulk yang didapatkan dari Tiongkok.

Honesti menuturkan saat ini perusahaan yang dipimpinnya itu sedang mempersiapkan fasilitas produksi agar bisa langsung berjalan setelah mendapatkan EUA.

Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, syarat pemberian EUA adalah vaksin tersebut harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan 2 secara lengkap.

Selain itu, dia membeberkan, EUA akan dikeluarkan jika vaksin mempunyai data analisis interim atau tiga bulan uji klinik fase 3 yang menunjukkan khasiat dan keamanan.

“Kami belum bisa mendapatkan hasil uji klinis dari Brazil. Mereka sudah lebih dulu melakukan uji klinis Sinovac. Diharapkan datanya sudah ada, tetapi mereka butuh waktu lebih lama untuk keamanan, imunogenitas, dan efikasi,” jelas Penny. 

AYO BACA : Covid-19 di DKI Jakarta: Angka Aktif Terus Naik, Saat Ini Ada 10.464 Kasus per 3 Desember 2020

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono