TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Minggu (29/11/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 6.267 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah angka suspek mencapai 70.792 orang dan jumlah sampel tes sebanyak 42.903.
Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 534.267 kasus. Angka itu termasuk 71.658 kasus aktif, 445.793 total kasus sembuh dengan penambahan 3.810 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 16.815 kasus meninggal dunia dengan penambahan 169 kasus meninggal.
Kasus hari ini merupakan yang tertinggi sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020. Rekor kasus tertinggi di Indonesia, sebelumnya terjadi pada 25 November yaitu sebanyak 5.534 kasus.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
23 November: 4.442 kasus
24 November: 4.192 kasus
25 November: 5.534 kasus
26 November: 4.917 kasus
27 November: 5.828 kasus
28 November: 5.418 kasus
29 November: 6.267 kasus
VAKSIN
Sementara itu, PT Bio Farma merencanakan vaksinasi Covid-19 dapat segera diberikan kepada masyarakat setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Adapun PT Bio Farma mengharapkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021,s sedangkan EUA dari BPOM dapat dikantongi pada minggu ketiga Januari 2021. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan saat ini pihaknya masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA.
AYO BACA : Pegawai Terpapar Covid-19, KBRI di Kuala Lumpur Tutup Sementara
“Laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung,” ujar Honesti dalam telekonferensinya, Rabu (25/11/2020).
Dia membeberkan, saat ini Bio Farma masih melakukan progres uji klinis sebanyak 1.620 relawan untuk uji klinis tahap 3. Honesti menuturkan sejauh ini semua relawan belum menunjukkan adanya indikasi atau kejadian serius.
Rencananya, pada minggu pertama Januari 2021, kata Honesti, pihaknya akan memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. “Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal,” katanya.
Setelah nantinya EUA sudah diberikan BPOM, Bio Farma akan melakukan proses produksi dengan bahan baku bulk yang didapatkan dari Tiongkok. Honesti menuturkan saat ini perusahaan yang dipimpinnya itu sedang mempersiapkan fasilitas produksi agar bisa langsung berjalan setelah mendapatkan EUA.
Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, syarat pemberian EUA adalah vaksin tersebut harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan 2 secara lengkap. Selain itu, dia membeberkan, EUA akan dikeluarkan jika vaksin mempunyai data analisis interim atau tiga bulan uji klinik fase 3 yang menunjukkan khasiat dan keamanan.
“Kami belum bisa mendapatkan hasil uji klinis dari Brazil. Mereka sudah lebih dulu melakukan uji klinis Sinovac. Diharapkan datanya sudah ada, tetapi mereka butuh waktu lebih lama untuk keamanan, imunogenitas, dan efikasi,” jelas Penny.
AYO BACA : Tak Laporkan Hasil Swab Covid-19 Habib Rizieq, RS Ummi Terancam Ditutup