TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pencairan BLT gelombang 2 sejak tahap 1 sampai tahap 3 sudah disiapkan kepada lebih dari 8 juta pekerja atau buruh formal dengan nilai Rp9,65 triliun.
Para penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang disebut bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja dan buruh formal tersebut adalah mereka yang memiliki rekening Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan juga rekening bank swasta termasuk BCA.
Pencairan BLT gelombang atau tahap 2 batch 3 sudah disalurkan sejak Senin 16 November 2020. Sebanyak 3,15 juta rekening yang akan menerima bantuan itu tersebar di Himpunan Bank-bank Milik Negara yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN dan juga bank swasta seperti BCA. Besaran BLT adalah Rp1,2 juta untuk BLT November dan Desember.
Total anggaran dalam pencairan BLT gelombang atau tahap 2 batch 3 yang disiapkan mencapai Rp3,77 triliun. Sebelumnya, pada batch 1, Kemnaker menyalurkan BSU atau BLT kepada 2,18 juta pekerja dan buruh formal dan pada batch 2 disalurkan kepada 2,71 juta rekening.
“Hari ini, termin kedua subsidi gaji/upah untuk tahap III kembali disalurkan. Sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan sebelumnya, proses penyaluran subsidi gaji/upah kami percepat karena datanya mengacu pada para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean. Percepatan penyaluran ini sebagai ikhtiar pemerintah untuk membantu daya beli pekerja/buruh yang terdampak pandemi Covid-19” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker pada Senin (16 November 2020).
Jika dilihat dari realisasi sementara penyaluran BLT atau BSU gelombang (tahap) 2 tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja/buruh atau 38,71 persen. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja/buruh atau 25,26 persen. Jumlah anggaran yang sementara tersalurkan dari tahap I dan II sebesar Rp1,8 triliun.
Laporan sementara dari Bank Penyalur per 15 November kemarin, realisasi penyaluran untuk termin kedua secara total tahap 1 dan tahap 2, sudah mencapai 1,5 juta orang.
"Sisanya masih dalam proses penyaluran dan terus kami monitor perkembangan penyalurannya. Saya mohon agar para pekerja/buruh bersabar karena jumlah dana yang harus ditransfer Bank Penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekeningnya Bank Himbara maupun yang rekeningnya Bank Swasta”, kata Menteri Ida menambahkan.
Menaker Ida menjelaskan, termin kedua merupakan penyaluran subsidi gaji/upah periode November-Desember 2020. Sebelumnya, pada termin pertama, Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 12.252.668 pekerja/buruh atau sebesar 98,78 persen dari target penyaluran sebanyak 12.403.896 penerima.
Sejumlah calon penerima belum dapat menerima bantuan subsidi gaji/upah karena adanya beberapa kendala seperti duplikasi rekening; rekening sudah tutup; rekening pasif; rekening tidak valid; atau rekening yang telah dibekukan.
“Selain itu, terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening,” jelas Menaker Ida.
Menaker berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi gaji/upah namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki.
“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” papar Menaker.
Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah adalah salah satu program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Subsidi ini diberikan kepada pekerja yang memenuhi syarat yaitu
- WNI;
- pekerja penerima upah;
- tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020;
- upah di bawah Rp5 juta;
- memiliki rekening aktif.