TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Rabu (18/11/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 4.265 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah angka suspek mencapai 64.430 orang dan jumlah sample tes sebanyak 41.942.
Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 478.720 kasus. Angka itu termasuk 60.870 kasus aktif dengan penambahan 444 kasus, 302.347 total kasus sembuh dengan penambahan 3.711 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 15.503 kasus meninggal dunia dengan penambahan 110 kasus meninggal.
Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 13 November yaitu sebanyak 5.444 kasus. Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menyajikan data lebih lanjut terkait kasus per provinsinya.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
12 November: 4.173 kasus
13 November: 5.444 kasus
14 November: 5.272 kasus
15 November: 4.106 kasus
16 November: 3.535 kasus
17 November: 3.807 kasus
18 November: 4.265 kasus
TERDAFTAR WHO
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksin yang dibeli Indonesia merupakan vaksin yang terdaftar di WHO.
“Semua vaksin yang kita pakai itu harus masuk dalam list WHO, kita akan membeli vaksin itu dari perusahaan yang ada daftar listnya dari WHO,” ujar Jokowi di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (18 November 2020).
Dia mengatakan vaksin yang dibeli oleh pemerintah dalam bentuk jadi dan bahan baku yang akan diolah oleh biofarma.
“Saya gak bicara merek, asal ada di list WHO itu yang kita beli, kemudian kemanfaatan vaksin harus maksimal,” katanya.
Vaksin tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia pada November atau Desember. Setelah vaksin datang di Tanah Air, nantinya akan dilakukan sejumlah tahapan untuk memperoleh izin BPOM.
“Setelah vaksin masuk ke Indonesia kita terima itu masih ada tahapan lagi tidak bisa langsung disuntikan, ke BPOM karena kita membutuhkan emergency use authorization. Dari sana ke tahapan itu memerlukan waktu mungkin kurang lebih 3 mingguan. Tahapan ini juga saya sampaikan wajib diikuti, kita ingin keselamatan keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi,” kata Jokowi.
Setelah mendapatkan izin BPOM barulah kemudian dilakukan vaksinasi.
“Kalau melihat di lapangan dan simulasi tadi kita perkirakan kita akan mulai vaksinasi di akhir tahun atau awal tahun 2021, karena memang proses persiapan nya tidak hanya menerima vaksin kemudian langsung disuntikan kita juga harus siapkan distribusi ke seluruh Tanah Air ini yang tidak mudah, mendistribusikan vaksin tidak mudah jadi bukan barang seperti yang lain memerlukan kedinginan dengan derajat tertentu.”