Nasional

Kedatangan Rizieq Disambut Massa, Ini Kata Pakar Epidemiolog!

Oleh: Admin Selasa 10 Nov 2020, 17:51 WIB
Sejumlah massa dari berbagai organisasi Islam menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

YOGYAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kerumunan massa yang menyambut kedatangan Rizieq Shihab ternyata berpotensi menjadi klaster baru penularan wabah virus corona. Pasalnya, banyak di antara massa penjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu yang tak mentaati protokol kesehatan. Tak menjaga jarak, hingga tak bermasker.

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria, S.Ked., MPH menyatakan, ada sekitar 70% kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 usai penjemputan Habib Rizieq. 

"Ada kemungkinan (terjadinya kluster baru) cukup besar mbak karena massa yang sangat banyak, tidak disiplin pakai masker termasuk Habib Rizieq dan tidak ada jarak yang cukup," ujar Bayu saat dihubungi Suara.com-jaringan Ayojakarta melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/11/2020).

"Kemungkinan akan tercermin pada kasus beberapa hari kemudian," imbuhnya. 

AYO BACA : JADWAL KEDATANGAN & AGENDA KEGIATAN RIZIEQ SHIHAB: Tol Ke Bandara Soetta Macet Tidak Bergerak

Bayu menambahkan, meski mengenakan masker disiplin seperti tak mengenakannya di bawah hidung, menariknya ke bawah dagu, tertib pun masih bisa berpotensi tertular. Itu lantaran berkerumun dan berteriak. 

Teriakan massa, kata dia, bisa memengaruhi efektivitas penyebaran tetesan napas dari satu orang ke orang lain. "Karena berteriak itu mengeluarkan droplets (tetesan napas) sangat banyak. Ini kurang bisa diperkirakan dengan detail, tapi kira-kira di atas 70% ada kemungkinan muncul kasus-kasus baru cuma tidak langsung tapi beberapa hari kemudian," ujar Bayu.

Meski begitu, Bayu menegakan bahwa penambahan kasus akan sangat dipengaruhi dengan kecukupan pengujian. Jika tidak ada pengujian pada penjemput Rizieq, maka peningkatan kasus mungkin akan sulit terdeteksi terutama mengingat adanya kelompok pasien tanpa gejala. 

Oleh karena itu, Bayu menyarankan agar orang-orang yang mengikuti penjemputan Rizieq untuk selalu memeriksa kesehatannya tertama melakukan pengujian. 

"Sangat disarankan untuk semua yang datang memantau kesehatan dan isolasi mandiri serta aktif melaporkan jika bergejala setelah acara," katanya.

AYO BACA : Jadwal & Agenda Kegiatan Rizieq Shihab

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati