BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Peningkatan curah hujan di awal fenomena La Nina memicu terjadinya longsor di Kampung Warudoyong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (8/11/2020) sore.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Duddy Prabowo mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pergerakan tanah tersebut. Namun, longsor mengakibatkan 4 rumah rusak parah dan penghuni terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
"Empat rumah rusak, pemilik telah kami ungsikan ke rumah kerabatnya. Khawatir terjadi longsor susulan," kata Duddy, Senin (9/11/2020).
Duddy menjelaskan hasil pengecekan ke lokasi permukaan tanah anjlok sekitar 2 meter dengan luas patahan sekitar 50 meter persegi. Hal ini dipicu hujan deras dari fenomena La Nina. Air yang masuk ke dalam tanah menyebabkan tingkat kejenuhan tanah berkurang.
"Selain kontur tanah di lokasi berbukit, longsor disebabkan peningkatan curah hujan atau La Nina. Jadi tanah mudah bergerak, apalagi tidak ada penyangga pohon besar," paparnya.
BPBD mencatat, selain Kecamatan Cihampelas, wilayah rawan longsor di KBB tersebar di bagian Selatan dan Utara meliputi, Kecamatan Cipongkor, Gununghalu, Rongga, Saguling, Lembang, Cisarua, dan Parongpong.
"Kita minta masyarakat tetap waspada. Apalagi menurut BMKG fenomena La Nina ini cukup panjang, puncaknya terjadi Januari 2021," tambah Duddy.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, apalagi bagi warga yang bermukim di perbukitan. Pastikan saluran air hujan di permukiman mengalir lancar, sehingga air tidak menyerap ke tanah.
"Kita juga minta warga dan aparat kewilayahan untuk mengaktifkan kembali ronda malam. Sehingga jika ada kejadian bencana bisa cepat diingatkan dan ditangani," tandasnya. (Tri Junari)