TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sebanyak 745 ribu data guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tervalidasi BP Jamsostek. Saat ini, Kemenag tengah menanti lampu hijau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk penyaluran dana bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) ke rekening BNI, Mandiri, BCA dan swasta lainnya.
“Alhamdulillah, proses validasi oleh BP Jamsostek selesai. Ada 745 ribu guru, tenaga kependidikan, dan dosen non-PNS binaan Kemenag yang tervalidasi. Hasil validasi BP Jamsostek sedang diajukan ke Kemenkeu untuk mendapatkan bantuan subsidi gaji,” ujar Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (3/11/2020).
Namun, saat disinggung kapan kepastian pencairan dana BLT atau BSU ke 745 ribu rekening guru dan tenaga pendidik honorer, Zain mengaku belum dapat memberikan perkiraan yang pasti. Hal ini dikarenakan Kemenag masih harus menunggu progres dari hasil pengajuan data validasi BP Jamsostek ke Kemenkeu tersebut.
“Kami tidak bisa menentukan sampai dana tersebut sudah dialihkan ke Kemenag,” ucap Zain ketika dikonfirmasi Ayojakarta.
Dia juga menambahkan, bersamaan dengan pengajuan hasil validasi BP Jamsostek, yakni 745 ribu data guru dan tenaga pendidik honorer, pihak Itjen Kemenag selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) melakukan review sebagai bagian dari pengawasan internal.
Berikut rekap 745 ribu data guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kemenag, hasil validasi BP Jamsostek:
1. Guru Raudlatul Athfal (RA)/Madrasah (543 ribu)
2. Guru Pendidikan Agama Islam (93 ribu)
3. Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam atau PTKI (17.476)
4. Ustadz Pendidikan Diniyah Formal atau PDF/ Satuan Pendidikan Muadalah atau SPM (2,11 ribu)
5. Dosen Ma’had Aly (532)
6. Tenaga Kependidikan RA/Madrasah (73 ribu)
7. Tenaga Kependidikan PTKI (7,4 ribu)
8. Guru Pendidikan Keagamaan Kristen (2,13 ribu)
AYO BACA : Kemenag Usul 864 Ribu Guru Honorer Dapat BLT (BSU)! Simak Dulu Gambaran Pencairan di Sini..
9. Guru Pendidikan Keagamaan Katolik (2 ribu)
10. Guru Pendidikan Keagamaan Hindu (1,6 ribu)
11. Guru Pendidikan Keagamaan Buddha (832)
12. Guru Pendidikan Keagamaan Khonghucu (141)
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyatakan data penerima BLT atau BSU Rp1,2 juta yang dapat lolos validasi adalah sebanyak 12,2 juta calon penerima dari target awal pemerintah yaitu 15,7 juta pekerja.
Artinya, tersisa anggaran untuk sekitar 3,5 juta calon penerima yang dapat disalurkan kepada guru dan tenaga pendidik honorer.
Guru dan tenaga pendidik honorer nantinya mendapatkan dana BLT atau BSU jika telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Di antaranya, guru dan tenaga pendidik honorer harus terdaftar dalam data Kemendikbud dan Kemenag.
Selain itu, guru dan tenaga pendidik honorer juga harus tercatat aktif pada Semester I 2020-2021 dalam Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) Kemenag. Lalu, guru honorer ini juga harus terdaftar di Dapodik dan PDDikti, serta sedang tidak mendapat bantuan sosial lain seperti Kartu Prakerja hingga Banpres UMKM.
Meskipun rencana ini telah digaungkan oleh Menaker, tetapi jadwal untuk penyaluran dana BLT atau BSU guru dan tenaga pendidik honorer tersebut masih belum diungkapkan.
AYO BACA : BLT Pekerja Formal Termin 1: Mengucur ke 12,4 Juta Penerima Terdampak Covid-19