Nasional

Viral Komodo Adang Truk, Anggota Komisi X Soroti Pembangunan Destinasi Wisata yang Abaikan Habitat Asli Lingkungan

Oleh: Admin Senin 26 Okt 2020, 13:54 WIB
Foto Komodo yang mengadang truk yang viral di media sosial. (ist)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Sebuah foto di Instagram memperlihatkan saat seekor komodo mengadang sebuah truk yang diunggah akun @gregoriusafioma lalu direpost beberapa akun lainnya tengah viral.

Dalam foto tersebut, seekor komodo terlihat seperti menghalangi laju truk terekam di kawasan Pulau Rinca, salah satu pulau yang terletak di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam keterangan foto, truk tersebut masuk dalam kawasan konservasi yang dijaga ketat puluhan tahun dan telah secara sistematik meminggirkan masyarakat dari akses terhadap pembangunan yang layak demi konservasi.

AYO BACA : Anggota Komisi X DPR Minta Ospek Cara Lama Tidak Digunakan

Foto itu pun banjir komentar dari warganet yang sebagian besar mengkritisi pembangunan kawasan konservasi tersebut. Tanda pagar (tagar) #Savekomodo pun menggema di jagat media sosial.

Kritikan juga disampaikan anggota Komisi X DPR RI yang juga membidangi pariwisata, AS Sukawijaya menanggapi viralnya gambar komodo yang mengadang truk di jagat media sosial.

Dia menegaskan tidak ingin pembangunan destinasi pariwisata bisa mengancam ekosistem atau habitat asli hewan di daerah tersebut. Pasalnya masyarakat khawatir gambar yang viral di media sosial terkait aktivitas pembangunan yang berdampak buruk terhadap habitat asli komodo.

AYO BACA : PIALA DUNIA U-20: Kunker ke Solo, Komisi X Puji Kualitas Rumput Stadion Manahan

“Pembangungan tempat pariwisata memang akan berdampak positif terhadap pendapatan negara. Namun yang harus selalu digarisbawahi, pembangunan kawasan wisata jangan sampai merusak habitat asli atau ekosistem di tempat tersebut,” terang pria yang karib disapa Yoyok Sukawi, melalui keterangan tertulis yang diterima Ayojakarta, Senin (26/10/2020).

“Tidak hanya di kawasan Labuan Bajo. Di seluruh wilayah Indonesia juga harus dipastikan bahwa pembangunan tempat pariwisata tidak boleh berdampak buruk terhadap lingkungan,” imbuh anggota DPR asal Fraksi Partai Demokrat ini.

Oleh sebab itu, Yoyok Sukawi mendorong pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta kementerian terkait untuk mengawasi pembangunan kawasan wisata di Indonesia.

“Pemerintah harus bisa memastikan pembangunan tempat pariwisata berdampak baik pada ekonomi maupun alam itu sendiri. Hal-hal seperti analisis dampak lingkungan juga harus dipastikan dari awal,” tandas Yoyok Sukawi.

Perlu diketahui, Taman Nasional Komodo telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu destinasi wisara super prioritas seperti ditetapkan dalam surat Sekretariat Kabinet dengan nomor B652/Seskab/Maritim/2015 tentang arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata.

AYO BACA : Komisi X Protes Pemberian Izin Sekolah di Zona Kuning Corona

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono