Nasional

Perhatikan Syarat BLT untuk 3,5 Juta Guru Honorer! Kapan Cair? Ini Kata Kemendikbud

Oleh: Admin Rabu 21 Okt 2020, 11:03 WIB
ilustrasi BSU honorer/ suhtterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Sisa anggaran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak mencapai target awal sebanyak 15,7 juta pekerja akan dikembalikan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk disalurkan ke guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, data penerima BLT atau BSU Rp1,2 juta yang dapat lolos validasi ialah sebanyak 12,2 juta calon penerima. Artinya, tersisa anggaran untuk sekitar 3,5 juta calon penerima yang dapat disalurkan kepada guru dan tenaga pendidik honorer.

Guru dan tenaga pendidik honorer nantinya mendapatkan dana BLT atau BSU jika telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Di antaranya, guru dan tenaga pendidik honorer harus terdaftar dalam data Kemendikbud dan Kemenag.

Selain itu, guru dan tenaga pendidik honorer juga harus tercatat aktif pada Semester I 2020-2021 dalam Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) Kemenag. Lalu, guru honorer ini juga harus terdaftar di Dapodik dan PDDikti, serta sedang tidak mendapat bantuan sosial lain seperti Kartu Prakerja hingga Banpres UMKM.

Meskipun rencana ini telah digaungkan oleh Menaker, tetapi jadwal untuk penyaluran dana BLT atau BSU guru dan tenaga pendidik honorer tersebut masih belum diungkapkan. Sebab, sampai saat ini proses pendaftaran hingga validasi peserta masih dilakukan.

Sebelumnya, Ayojakarta pada 9 Oktober 2020 mencoba mengonfirmasi Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani. Namun, dia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait kepastian penyaluran BLT atau BSU untuk guru honorer tersebut.

Ayojakarta sekali lagi menanyakan perkembangan data guru honorer dan tenaga pendidik untuk calon penerima BLT atau BSU honorer kepada pejabat Kemendikbud, tetapi pejabat kementerian yang diurus Nadiem Makarim itu tetap belum dapat menjelaskan informasi terkait dengan hal itu.

“Kita tunggu regulasinya resmi terbit ya,” ujar Evy dalam pesan singkatnya pada Jumat, (16/10/2020).

AYO BACA : Pencairan KJP Plus Oktober Kapan? Biasanya Sih di Atas Tanggal 20-an Setiap Bulan

Ayojakarta juga sempat menghubungi Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktur GTK Dikmen Diksus), Praptono. Namun, pesan singkat WhatsApp Ayojakarta belum direspon.

Sebelumnya, pekan lalu, Praptono belum belum bisa memberikan perkembangan atau update terkait dengan pendataan para tenaga kependidikan (PTK) yang bakal menerima dana BLT atau BSU guru honorer. “Saya belum tahu,” ujarnya lewat pesan singkat ketika itu.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag, Muhammad Zain, menyatakan pihaknya sudah memvalidasi data untuk penerima BLT atau BSU guru honorer berdasarkan data real time Sistem Informasi Pendidik dan Teanga Kependidikan Kemenag (Simpatika) sebanyak 617 ribu orang.

“Dari jumlah itu, sebanyak 455 ribu guru di antaranya sudah mencatatkan nomor rekening,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2 Oktober 2020) lalu.

Sementara itu, 162 ribu guru lainnya, belum mencatatkan nomor rekening pada Simpatika. Kemenag sudah bersurat ke Kanwil Kemenag Provinsi, meminta agar mereka berkoordinasi dengan seluruh satuan kerja terkait untuk memastikan nomor rekening yang tercatat di Simpatika statusnya masih aktif.

Data berdasarkan nama dan alamat guru madrasah bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang belum mencantumkan nomor rekening juga akan disampaikan oleh Admin Simpatika Kemenag Pusat melalui Admin Simpatika pada Kanwil Kemenag Provinsi.

“Kami sudah meminta Kanwil untuk menyosialisasikan hal ini kepada seluruh satuan kerja dan guru madrasah di wilayah masing-masing, sehingga data rekening yang dibutuhkan segera lengkap dan tervalidasi,” kata Zain.

Ayojakarta pun belum mengetahui mekanisme penyaluran BLT atau BSU kepada guru honorer. Sebagai perbandingan, berikut ini aluran pencairan bantuan pemerintah kepada pekerja dan buruh formal yang tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta:

AYO BACA : Pembukaan Prakerja Gelombang 11: Oktober Tinggal 10 Hari Lagi, Khalayak Tunggu Informasi Pendaftaran

1. Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang erdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

2. HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.

3. BPJamsostek melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

4. Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

5. Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.

6. Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

7. KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

8. Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan. 

AYO BACA : PENCAIRAN BLT (BSU) TAHAP 1 SAMPAI 5: Sudah 98,09 Persen, Termin 2 Cair Awal November!

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati