Nasional

Bio Farma Bantah Sinovac Jual Vaksin Covid-19 Lebih Murah ke Brasil Ketimbang Indonesia

Oleh: Admin Selasa 13 Okt 2020, 15:52 WIB
Ilustrasi Covid

TEBET, AYOJAKARTA.COM – PT Bio Farma (Persero) membantah kabar tentang vaksin Covid-19 yang dijual Sinovac ke Brasil lebih murah ketimbang ke Indonesia, yaitu 90 juta dolar AS atau hanya 1,96 dolar AS per dosis.

Padahal, kedua negara ini merupakan pengimpor terbesar vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Tiongkok itu.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menyatakan berita tersebut sudah dibantah oleh Sinovac dengan mengirimkan pernyataan resmi ke Bio Farma. Honesti memastikan harga untuk vaksin Cocvid-19 di Indonesia tidak akan memberatkan pemerintah. Kisaran harganya Rp200 ribu.

AYO BACA : Bio Farma Bantah Sinovac Jual Vaksin Covid-19 Lebih Murah ke Brasil Ketimbang Indonesia

“Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak 90 juta dolar AS dengan pemerintah Brasil tidak tepat. Mengenai harga 1,96 dolar AS per dosis pun tidak tepat," kata Honesti dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2020).

Berdasarkan penjelasan Sinovac, kata Honesti, tidak mungkin perusahaan menjual vaksin 90 juta dolar AS atau 1,96 dolar AS per dosis untuk pemesanan 46 juta dosis. Sebab, pengirimannya saja tiap dosisnya, sekitar 2 dolar AS per dosis. Atas berita ini, kata Honesti, Sinovac tengah menelusuri asal informasi tersebut.

“Intinya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin Covid-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia," ujarnya.

AYO BACA : 102,4 Juta Orang Diprioritaskan Vaksinasi, Ada Lima Kelompok Utama

Dia melanjutkan, dalam surat resmi yang disampaikan oleh Sinovac, menyampaikan, dalam penentuan harga vaksin Covid-19, ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin. Salah satu faktornya adalah tergantung investasi pada studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi skala besar.

Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia, mengikuti prinsip-prinsip tersebut. Dengan kata lain, kata Honesti, skema pemberian harga vaksin ini, tidak dapat disamakan.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bakal terbang ke Sinovac China. BPOM nantinya melakukan visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

“Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin corona masih berjalan di minggu kedua Oktober 2020 ini. Data terakhir menunjukkan sampai dengan 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah mendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pascapenyuntikan kedua atau masuk periode monitoring," ungkapnya.

AYO BACA : Pekan Depan, Obat Covid-19 dari Bekasi Siap Dipasarkan

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono