MATRAMAN, AYOJAKARTA.COM - Indonesia saat ini memiliki 903 rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di berbagai provinsi. Dari jumlah tersebut, 132 RS rujukan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan dan 771 RS rujukan Covid-19 berdasarkan SK Gubernur.
Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Rita Rogayah menuturkan, dari 903 RS rujukan terdapat sekitar 35.000 tempat tidur isolasi. Dengan jumlah sebanyak itu, hingga saat ini rumah sakit rujukan masih mampu merawat pasien bergejala ringan hingga berat.
AYO BACA : Debut Manis Elkan Baggot saat Beruji Coba Kontra Makedonia Utara
"Namun jika mengacu pada 2.946 RS di Indonesia, ada 51.222 tempat tidur isolasi. Dengan bertambahnya RS rujukan seperti ini maka kaapsitas rumah sakit yang mempunyai ruangan isolasi pun meningkat," kata Rita dalam dialog daring BNPB, Senin (12/10/2020).
Kemudian, lanjutnya, di 11 provinsi prioritas penanganan Covid-19 keterpakaian tempat tidur isolasi berkisar antara 40 hingga 60 persen. Rita berharap jumlah kasus Covid-19 tidak bertambah sehingga rumah sakit mampu merawat pasien yang ada.
AYO BACA : Hari Pertama PSBB Transisi, Penumpang di Stasiun Bogor Normal
"Jadi kalau dilihat memang kondisi rasio penggunaan tempat tidur dengan ruang isolasi yang tersedia masih cukup. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi kasusnya. Tapi kami sudah menyiapkan rumah sakit rujukan Covid-19 di masing-masing provinsi," jelas Rita.
Sementara itu, DKI Jakarta dengan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia, terus meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi. Menurut Rita, dalam sebulan terakhir peningkatan kapasitas tempat tidur di Jakarta cukup signifikan.
"Tadinya Jakarta hanya mempunyai 4000 tempat tidur, saat ini sudah 6000 tempat tidur. Jakarta adalah salah satu provinsi prioritas penanganan Covid-19," ujarnya.
AYO BACA : Kasus Sembuh Covid-19 di Bekasi Bertambah 81 Orang