Nasional

PENCAIRAN BLT PEGAWAI HONORER: Sabar,.. Kemenag sedang Validasi Data Guru Ngaji & Madrasah

Oleh: Admin Jumat 02 Okt 2020, 20:33 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah (dok Ayomedia)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bakal mengalokasikan sisa anggaran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta kepada guru honorer dan guru agama (guru ngaji dan madrasah).

Untuk itu, Kementerian Agama telah mengambil langkah dengan melakukan validasi data calon penerima BLT tersebut.

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, menyatakan saat ini melakukan validasi data guru madrasah dan tenaga kependidikan bukan PNS (honorer) yang akan menerima bantuan subsidi upah.

“Kami sudah menggelar rapat dengan Tim Asistensi Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi dan bersepakat terkait pemberian BSU bagi guru madrasah dan tenaga kependidikan bukan PNS (honorer). Kami validasi data guru dan tenaga kependidikan bukan PNS (honorer) yang ada di Simpatika (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag)," kata Ali dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2020).

AYO BACA : JADWAL PENCAIRAN BLT TAHAP 4: Penyaluran Berjalan Lancar, tapi Kapan Sampai ke Rekening BCA? Ini Penjelasan Alurnya!

Awalnya, pegawai honorer atau karyawan non-PNS di lembaga negara juga tidak masuk dalam kriteria penerima BSU atau BLT yang kemudian disebut BSU. Namun, pemerintah memperluas cakupan calon penerima bantuan Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan tersebut.

Hingga saat ini, data yang telah diterima oleh Kemenaker dari BPJamsostek sebanyak 12,4 juta orang. Dari data ini telah disalurkan bantuan kepada 10,7 juta penerima atau 92,48%.

Sementara itu yang masih dalam proses pengiriman dari perbankan penyalur adalah sebanyak 745 ribu orang. Seluruh proses ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2020.

Sementara itu, realisasi penyaluran BLT atau BSU hanya mengucur kepada 12,4 juta pekerja dari target awal pemerintah sebanyak 15,7 juta pekerja. Artinya, ada 3,3 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta gagal cair subsidi upah.

AYO BACA : JADWAL BLT PEKERJA FORMAL TAHAP 5: Ini Kata Menaker Tentang Kendala Pencairan BLT ke Rekening

“Kami akan menyerahkan sisa anggaran yang sudah dialokasi di anggaran Kemnaker untuk pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta uang ini akan kami serahkan ke bendahara negara," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah dalam telekonferensi pers, Kamis (1/10/2020).

Ida mengungkapkan ada beberapa kendala penyaluran subsidi gaji seperti rekening ganda, rekening tidak valid, rekening tidak aktif dan rekening tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK). Kendala ini lah yang membuat penyaluran program subsidi gaji tak capai target.

“Ada beberapa kendala yang itu menghambat subsidi gaji, artinya belum 100%,” kata Menaker Ida.

Namun, Menaker Ida belum memastikan berapa jumlah sisa anggaran yang akan dikembalikan. Sebab hingga kini Kemenaker masih harus menyelesaikan penyaluran tahap 5.

“Dari data tersebut mungkin dari target 15,7 juta, jumlah rekening yang bisa kumpulkan selama 3 minggu ada 14,8 juta. Kemudian yang kita serahkan ke kemnaker 12,4 juta, jadi tidak kami serahkan artinya kita drop regulasi tersebut, sebanyak 2,4 juta,” ungkapnya.

Data Kemnaker mencatat, pada tahap 1 realisasi penyaluran BLT sudah mencapai sekitar 99,38% dari kuota penyaluran 2,5 juta orang calon penerima, tahap 2 mencapai sekitar 99,38% dari kuota penyaluran 3 juta orang calon penerima, lalu tahap 3 sekitar 99,32% dari kuota penyaluran 3,48 juta orang calon penerima, dan tahap 4 baru sekitar 69,18% dari kuota penyaluran 2,65 juta orang calon penerima.

“Dengan demikian, sejak tahap 1 hingga tahap 4 total penerima bantuan subsidi gaji atau upah adalah 11,65 juta dengan realisasi 92,48%,” ujarnya.

AYO BACA : PENCAIRAN BLT (BSU) TERMIN 2 NOVEMBER & DESEMBER: Insya Allah Akhir Oktober Cair…

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono