Nasional

Guru Besar Fakultas Kedokteran Undip Prof Soemantri Meninggal Dunia

Oleh: Admin Selasa 22 Sep 2020, 16:04 WIB
Pimpinan dan civitas akademika Undip mengikuti upacara persemayaman almarhum Guru Besar Undip dari Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr. Ag. Soemantri, SpAK. S.Si di gedung auditorium kampus Undip Peleburan, Selasa (22/9/2020). (dok)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Guru Besar Undip dari Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr. Ag. Soemantri, SpAK. S.Si meninggal dunia, Senin (21/9/2020) malam. Prof Soemantri meninggalkan 3 orang putri beserta menantu dan 6 orang cucu. Sementara istrinya mendiang Maria Goretti Tuti A sudah terlebih dahulu berpulang.

Dalam memberikan penghormatan terakhir, Undip menggelar upacara persemayaman hari ini, Selasa (22/9/2020) bertempat di gedung auditorium kampus Undip Peleburan. 

Penghormatan terakhir yang diberikan Undip dipimpin langsung oleh inspektur upacara, Prof Budi Setiyono yang menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan mewakili Rektor Undip.

”Selama hidup, almarhum Prof Soemantri dikenal sebagai dokter spesialis anak yang ramah dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ” ucap Prof Budi.

Prof Budi mengungkapkan bahwa dedikasi mendiang Prof Soemantri untuk mengabdikan ilmunya, terutama pada bidang hematologi dan onkologi sangatlah besar. 

Kiprah Soemantri di bidang medis mengharumkan nama Universitas Diponegoro. Banyak hal dan pengabdian yang sudah diberikan kepada Soemantri untuk masyarakat terutama untuk kesehatan dan kesembuhan anak-anak yang sakit kanker dan gangguan pada darah. 

Beberapa pengabdian yang sudah dilakukan diantaranya menjadi Wakil Ketua PMI Kotamadya Semarang mulai tahun 1987 hingga sekarang. Pencetus dan Penasehat Yayasan Hematologi Yasmia Semarang mulai tahun 1994 sampai sekarang. 

Tak hanya itu, semasa hidupnya, Soemantri juga menjadi pencetus dan Penasehat Persatuan Orang Tua Penderita thalassemia dan Persatuan Orang Tua Penderita Hemophilia Semarang mulai tahun 1993 sampai dengan sekarang. 

Bahan Soemantri juga menjadi pencetus Yayasan Yastri yang menangani penderita yang tidak mampu yang dirawat di RS Kariadi dari tahun 1994 hingga sekarang. Selanjutnya, mendiang menjadi penasehat Ahli dan ikut merintis Yayasan Onkologi Indonesia di Jakarta. Serta, masih banyak lagi pengabdian Beliau lainnya sesuai dengan kepakarannya di bidang hematologi yakni salah satu studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguannya. Juga onkologi yakni sub bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker. (Arie Widyarto)

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati