TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Setelah berjalan sekitar lima bulan ini, berdasarkan dari hasil survei evaluasi I (telah dirilis pada 5 Agustus 2020) terhadap lebih dari 450.000 penerima Kartu Prakerja dapat disimpulkan bahwa dari aspek penerima, Kartu Prakerja sudah tepat sasaran. Karena, sekitar 90% peserta adalah pengangguran serta merupakan pekerja informal dan pekerja terdampak Covid-19.
Dari aspek pelatihan, Kartu Prakerja tepat mutu, tepat harga, dan juga tepat substansi. Hal ini ditunjukkan dari 85% penerima menyatakan bahwa pelatihan yang diperoleh meningkatkan kompetensinya, baik itu skilling, reskilling, atau upskilling.
Kemudian dari aspek insentif, Kartu Prakerja tepat jumlah dan tepat waktu, sebab dilihat dari pemanfaatan insentif tersebut oleh peserta dipergunakan untuk keperluan pokok sehari-hari.
“Saya ingin mengajak semua stakeholders bersinergi menyukseskan pelaksanaan Kartu Prakerja. Utamanya kepada Pemda selaku pemangku kepentingan di daerah yang berhadapan langsung dengan masyarakat terdampak,” kata Susiwijono, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam acara Sosialisasi Kebijakan Program Kartu Prakerja (Wilayah Jabar I) di Bekasi, Jumat (4 September 2020).
Pemda, lanjut Susiwijono, diharapkan dapat ikut membantu menyosialisasikan Program Kartu Prakerja kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya di masing-masing daerah; memberikan fasilitasi kepada masyarakat yang kesulitan infrastruktur, sarana digital, maupun penyandang disabilitas, supaya mereka dapat mendaftar maupun mengikuti pelatihan secara daring; dan menyinergikan program Kartu Prakerja dengan program Pemda lainnya.
Selanjutnya, dengan adanya ketentuan baru yaitu pendaftaran secara luring menuntut peran aktif Pemda yang nanti akan membantu masyarakat di daerahnya dalam melakukan pendaftaran Kartu Prakerja melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Mekanisme dan bisnis proses pendaftaran luring ini akan diatur serta dikoordinasikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang segera akan ditetapkan dalam waktu dekat.
“Saya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan penjelasan dan pemahaman bagi Pemda, sehingga masing-masing pemangku kepentingan di daerah mampu menjalankan perannya menyukseskan Program Kartu Prakerja secara optimal. Sosialisasi ini adalah yang pertama dilakukan, kemudian akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain,” pungkas Susiwijono seperti dilansir laman resmi Kemenko Perekonomian, ekon.go.id.
Turut hadir dalam acara sosialisasi kali ini adalah Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja M. Rudy Salahuddin dan Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian Yulius.
Selanjuta hadir pula Kepala Subbagian Data dan Informasi Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Gilang Amaldi; dan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari
Adapun peserta Sosialisasi Kebijakan Program Kartu Prakerja Wilayah Jabar I adalah para Sekretaris Daerah dan Kepala Disnakertrans dari Kota/Kab. Bekasi, Kota/Kab. Bogor, Kota Depok, Kab. Karawang, dan Kab. Purwakarta.