TEBET, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman membantah berbagai tudingan yang mengabarkan akan adanya reshuffle para menteri yang bekerja untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Semua jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju sekarang hanya fokus bekerja keras menangani pandemi Covid-19, serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Sebab itu, tidak ada rencana reshuffle kabinet," ujar Fadjroel, Minggu (23/8/2020).
Menurutnya, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar jajarannya tetap fokus bekerja memanfaatkan momentum krisis untuk lompatan kemajuan dalam semua kegiatan di kementerian masing-masing.
"Sekali lagi, tidak ada reshuffle kabinet. Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada para menteri agar tetap fokus bekerja, fokus menyelesaikan krisis," katanya.
AYO BACA : Hasil Survei, 75,6% Responden Setuju Reshuffle Kabinet
Sabtu (22/8/2020) sore kemarin, Mensesneg Pratikno juga lebih dulu mengunggah video pernyataannya yang menampik isu reshuffle kabinet. Menurutnya, saat ini kabinet tengah fokus menangani krisis akibat pandemi covid-19.
"Jadi kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan di-reshuffle. Itu tidak benar, karena hari-hari ini kita konsentrasi luar biasa untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian," kata Pratikno.
Mensesneg menjelaskan, seluruh menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Maju beserta jajaran di bawahnya tengah bekerja keras dan fokus menangani dampak pandemi. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar jajarannya memanfaatkan momentum krisis untuk lompatan kemajuan.
"Jadi itu yang sudah disampaikan Pak Presiden kepada saya juga, karena saya juga mengkonfirmasi perihal ini kepada beliau kemarin," imbuhnya.
Pratikno, mengingatkan bahwa masyarakat membutuhkan kerja cepat dari pemerintah untuk mengatasi pandemi yang tengah berlangsung di Indonesia. Selain itu, para menteri juga akan terus bersinergi satu sama lain dalam menangani krisis.