CIHAMPELAS, AYOJAKARTA.COM -- Satu keluarga di Kampung Cipanji RT 01 RW 01, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merasa terkucil dan mendapat pandangan miring dari tetangga sekitar setelah berhembus kabar seorang anggota keluarga positif Coronavirus Disease (Covid-19).
Ade (35) salah seorang anggota keluarga menuturkan kejadian berawal saat pamannya Obar Sobarna (75) mengalami kecelakaan hingga harus mendapat perawatan di RSUD Cibabat Kota Cimahi pada malam takbir Iduladha 2020, Kamis (30/8/2020).
Setelah menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang pada Kamis (20/8/2020), tetangga dan lingkungan rumahnya ini mengucilkan mereka. Beredar kabar jika Obar pasien positif sehingga membuat warga ketakutan dan enggan mendekati keluarga Obar.
"Jadi malam takbiran itu paman saya kecelakaan. kemudian berobat ke klinik dan di rujuk ke RSUD Cibabat Kota Cimahi. Entah kenapa kok malah disangka positif Covid-19,"ungkap Ade saat dihubungi Ayobandung.com, Jumat (21/8/2020).
Informasi yang dihimpun Ade, perubahan sikap lingkungannya itu disebabkan adanya kabar dari Puskesmas setempat bahwa Obar positif Covid-19 dan isu berkembang cepat di kalangan tetangganya.
Padahal menurutnya, dari rekam medis yang dikeluarkan RSUD Cibabat tidak ada pernyataan bahwa Obar positif Covid-19. Obar malah dibolehkan pulang setelah dinyatakan pengobatan akibat kecelakaan tuntas.
"Kami tidak terima ada isu bahwa paman saya positif, sehingga katanya warga sekitar resah sampai mengucilkan keluarga kami," katanya.
Bersama pengurus RW setempat, Ade menelusuri awal mula isu itu berkembang, ia bahkan meminta klarifikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat soal kepastian positif atau tidaknya Obar.
"Sama RW dan RT kita malah nanya Dinas Kesehatan, dan dipastikan paman saya bukan pasien positif corona,"ujarnya.
Di tempat sama, Ketua RW 01 Tate Khoerudin menerangkan, isu bahwa warganya pasien positif Covid-19 berkembang hingga keluar kampung. Akibatnya lingkungan menjadi resah dan keluarga Obar merasa dikucilkan.
"Ada perbedaan keterangan, menurut Puskesmas positif tetapi keterangan RSUD Cibabat negatif bahkan pengobatan akibat kecelakaan sudah beres,"terang Tate.
Tate berharap Dinas Kesehatan KBB melakukan klarifikasi terhadap status terkini warganya. Pasalnya, hal sensitif semacam ini memberi dampak luas pada kehidupan sosial di lingkungannya.
"Di sini masih zona hijau, saya sudah pastikan tidak benar pak Obar positif corona,"tegasnya.
Obar, kata Tate, merupakan warga lansia yang dinilai tim medis memiliki kerentanan paparan Covid. Penanganan saat masuk RSUD Cibabat dilakukan sesuai prosedur normal Covid-19 seperti rapid test.
"Dalam kesempatan ini ingin saya tegaskan bahwa disini tidak ada yang positif, bagi siapa saja yang menyebar isu tidak benar itu harus bertanggung jawab karena sudah membuat resah,"tegasnya.
Tate berharap Dinas Kesehatan lebih peka pada isu Covid-19 di masyarakat dan segera melakukan klarifikasi dan sosialisasi agar tidak terjadi gesekan antartetangga.
"Isu ini terus bergulir karena tidak ada kepastian dari dinas terkait. akhirnya muncul perlakuan tidak baik seperti keluarga dikucilkan tetangga,"katanya.(Tri Junari)