Nasional

Komentar Pakar Soal Gelar Mahaputra Fadli Zon dan Fahri Hamzah

Oleh: Admin Jumat 14 Agu 2020, 08:46 WIB
Tangkap layar video eks dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah seusai menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi di Istana Negara. (Youtube Istana)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pemberian gelar kehormatan Bintang Mahaputra Nararya oleh Presiden Joko Widodo kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah masih menimbulkan polemik. Bekas pimpinan wakil rakyat itu telah resmi menyandang gelar kehormatan itu sejak diberikannya pada Kamis (13/8/2020) pagi di Istana Presiden Jakarta. 

Pengamat Sosial Politik dan Kebangsaan, Karyono Wibowo mengatakan, motif Jokowi memberikan penghormatan itu untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

"Mungkin saja Jokowi ingin membangun legacy sebagai negarawan yang menghormati kawan dan lawan politik. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu memisahkan antara urusan politik dengan urusan negara," kata Karyono dalam keterangan persnya yang diterima Ayojakarta, Jumat (14/08/2020).

Melalui peristiwa ini, kata Karyono, Jokowi sedang memberikan contoh agar masyarakat membedakan antara perbedaan pandangan politik dengan urusan negara. Mengenai sikap nyinyir yang sering dilontarkan oleh kedua politisi itu, Karyono menegaskan bahwa masyarakat harus bisa membedakan antara sikap politik (kepentingan partai) dengan sikap kenegaraan.

AYO BACA : Fadli Zon dan Fahri Hamzah Dapat Gelar Kehormatan, Mahfud: Karena Dianggap Berjasa

"Tapi pemberian penghargaan tersebut sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Kini Fachri Hamzah dan Fadli Zon sudah menerima Bintang Mahaputra Nararya. Biarlah rakyat yang menilai," ujarnya.

Karyono menggarisbawahi terkait hal apa yang akan dilakukan oleh Fadli dan Fahri setelah mendapat gelar kehormatan tersebut. 

"Apakah masih nyinyir. Masih akan kritis terhadap Jokowi dan pemerintah," tanyanya.

Karyono menegaskan, kata nyinyir dan kritis sama-sama merupakan kata sifat. Kata "nyinyir" menurut KBBI adalah mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet. Sedangkan makna "kritis" di bagian makna ke 2, menurut KBBI dapat diartikan bersifat tidak lekas percaya; bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan.

"Oleh karena itu, nyinyir belum tentu kritis, dan kritis belum tentu nyinyir. Ada orang yang sekadar nyinyir tapi substansinya tidak mengandung unsur kritik. Ada juga orang yang kritis terhadap suatu masalah tetapi belum tentu nyinyir," jelas dia.

AYO BACA : Penjelasan Mahfud MD Soal Jokowi Beri Bintang Tanda Jasa ke Fadli Zon dan Fahri Hamzah

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati