Nasional

Komisi X Sesalkan Persoalan Pengadaan Komputer dengan Sistem e-Katalog di Jawa Tengah

Oleh: Admin Jumat 07 Agu 2020, 16:19 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi. (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Masa pandemi Covid-19 dirasakan di semua sektor, salah satunya sektor pendidikan. Baru-baru ini di Jawa Tengah, para kepala sekolah di Jawa Tengah kesulitan untuk pengadaan komputer.

Persoalan tersebut mendapatkan respons dari AS Sukawijaya, anggota Komisi X DPR-RI. Legislator asal Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa para kepala sekolah mengeluh karena sistem e-Katalog di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tidak bisa diakses.

AYO BACA : Respons Keluhan Orang Tua Pemkot Bekasi Fasilitasi 244 Titik Wifi Gratis, Bagaimana Jakarta Pak Anies?

“Saya dapat laporan dari beberapa kepala sekolah di Jawa Tengah bahwa mereka tidak bisa melakukan pengadaan komputer karena sistem di e-katalog. Harusnya di kondisi pandemi Covid-19 yang mengandalkan pembelajaran jarak jauh tidak terjadi, karena komputer sangat dibutuhkan,” ujar Yoyok Sukawi, sapaan karib AS Sukawijaya saat dihubungi Ayojakarta.com, Jumat (7/8/2020).

Pria asal Dapil I Jawa Tengah ini juga mendorong pihak terkait seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan LKPP segera menyelesaikan permasalahan ini.

AYO BACA : Dear Mas Menteri Nadiem, Siswa Sekolah di Pegunungan Dieng Belajar di Atap Rumah karena Susah Sinyal

Yoyok mengharapkan, persoalan ini tidak merembet ke daerah-daerah lain selain Jawa Tengah. Dengan kondisi pandemi saat ini, sebaiknya pemerintah melalui instansi terkait merespons cepat persoalan-persoalan di dunia pendidikan.

“Mengingat komputer itu sangat penting untuk sekolah, pihak terkait harus segera menyelesaikan masalah ini. Ini juga demi penyerapan anggaran supaya tidak terjadi masalah kedepannya,” jelas Yoyok Sukawi.

Yoyok Sukawi juga menyayangkan apabila keluhan kepala sekolah terkait sulitnya melakukan pengadaan komputer karena adanya pembaruan sistem di tengah tahun.

“Kalau itu disebabkan oleh pembaruan sistem, hal ini harusnya tidak terjadi. Pembaruan sistem jauh lebih efektif dilakukan di awal tahun supaya tidak menganggu kegiatan yang sudah direncanakan sehingga berimbas kepada kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya.

AYO BACA : Begini Cara Jabar Mulai Belajar Tatap Muka di Sekolah, Bagaimana Jakarta?

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono