Nasional

Jemaah An-Nadzir Rayakan Iduladha Lebih Cepat

Oleh: Admin Senin 27 Jul 2020, 18:53 WIB
Jemaah An-Nadzir merayakan Iduladha lebih cepat pada Kamis (30/7/2020)/ YouTube

SULAWESI SELATAN, AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini, Menteri Agama Fachrul Razi menetapkan Iduladha jatuh pada Jumat (31/7/2020). Di Sulawesi Selatan (Sulsel), jemaah An-Nadzir akan melaksanakan Salat Id di depan halaman Masjid Baitul Muqaddis Perkampungan Mukmin An-Nadzir, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel pada Kamis (30/7/2020).

Perayaan Iduladha yang dilaksanakan jemaah tersebut lebih awal sehari dari ketetapan pemerintah. Menurut Pimpinan Jemaah An Nadzir Ustadz Samiruddin Panemmui, keputusan tersebut berdasar hasil pemantauan tim yang mengamati bulan pada saat purnama ke 14, 15 dan 16.

Selain itu, kata Samiruddin, juga dilakukan perhitungan sampai purnama terakhir, yakni 27, 28, dan 29 untuk memantau terbitnya bulan pada subuh hari. Hingga akhirnya, mendapatkan perpisahan bulan sekitar pukul 1 siang, pada tanggal 20 Juli 2020 yang menyatakan 10 Dzulhijjah jatuh pada Kamis, 30 Juli 2020 mendatang.

"Insyaallah kita ada pelaksanaan Idul Adha itu sesuai dengan pengamatan kita selama ini, tim yang dibentuk. Hasil pemantauannya jatuh 10 Dhulhijja itu Kamis 30 Juli 2020," kata Samiruddin saat dikonfirmasi Suara.com - jaringan Ayojakarta.com, Senin (27/7/2020).

Meski perayaan Hari Raya Iduladha ini berbeda dengan Idulfitri lalu, namun karena masih di tengah pandemi Covid-19, katanya, para jemaah yang akan melaksanakan Salat Id pun tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, hand sanitizer, dan mencuci tangan.

"Iya berbeda. Kan sekarang ini kan masih masa Covid-19, tetap nanti ada prosedur tentang menjaga kesehatan seperti memakai masker, hand sanitizer, cuci tangan. Tapi tidak seperti yang lalu yang ketat penjagaannya untuk menjaga orang datang," kata dia.

AYO BACA : Lebih Baik Potong Kurban di Hari Iduladha atau Hari-hari Tasyrik?

"Kalau pelaksanaan salat (Id) kita tetap sepeti biasa. Iya tetap, lurus dan rapatnya shaf demi kesempurnaan," Samiruddin menambahkan.

Samiruddin mengemukakan, Jemaah An-Nadzir yang akan melaksanakan Salat Id di Kabupaten Gowa diperkirakan mencapai 500 jemaah. Mereka berasal dari Kota Makassar, Gowa, Maros dan Takalar.

"Yang dekat-dekat saja tidak ada yang dari jauh. Kalau untuk jemaah yang ada di Palopo dan Bone itu tetap di tempat masing-masing," katanya.

Saat pelaksanaan, kata dia, jemaah An Nadzir secara umum akan tetap mengenakan jubah berwarna hitam sebagai ciri khas mereka.

"Pakaian sepeti biasa jubah. Secara umum kan biasanya pakai warna hitam ya, meskipun ada juga yang lain. Tapi kan rata-rata seperti itu, pakaian sunnahlah ya, baik anak-anak maupun orang dewasa begitu. Iya hitam, itu warna khasnya," jelas Samiruddin.

Selain Salat Id, jemaah An Nadzir juga akan berkurban seperti umat muslim pada umumnya.

"Insyaallah kita akan potong sapi dua ekor kemudian ada juga kambing sesuai dengan kemampuan untuk jamaah. Tidak ada kaitannya dengan pandemi," ujarnya.

AYO BACA : Kemenag Tetapkan Iduladha 31 Juli

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati