BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan, sudah ada 27 ribu warga Kota Bandung telah menjalani rapid test. Angka tersebut setara dengan 1,1% dari jumlah total penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta orang.
Menurutnya, jika mengikuti standar WHO, jumlah pengetesan tersebut telah memadai standar pengetesan minimal dalam suatu wilayah. Meski demikian, ia mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pelacakan dan pengetesan.
"Sampai 13 Juli 2020 sudah ada 27 ribu warga yang menjalani rapid test. Kalau dibandingkan dengan 2,5 juta penduduk, itu sudah 1,1%," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (14/7/2020).
Sementara untuk pengetesan dengan metode swab atau rapid test, terdapat 11.870 warga Kota Bandung yang telah menjalaninya. Jumlah tersebut setara dengan 0,4% jumlah penduduk.
"Swab alatnya lebih mahal dan lebih sulit didapat sehingga persiapannya lebih sulit," ungkapnya.
Rita menyebutkan, saat ini kapasitas pengetesan sampel di laboratorium di Kota Bandung mencapai maksimal 200 sampel per-hari. Fasilitas laboratorium yang digunakan adalah BSL 2.
AYO BACA : Kasus Positif Covid-19 Klaster Unilever Bertambah Jadi 39 Orang
"Awalnya sanggup dalam 3 hari hasil sampel keluar, sekarang 3-7 hari tergantung persediaan di lab," ungkapnya.
Sementara angka reproduksi Covid-19 di Kota Bandung saat ini disebut telah konsisten berada di bawah 1. Angka tersebut merupakan kalkulasi dari awal kemunculan Covid-19 di Kota Bandung.
Namun, ia mengatakan, bila data kasus klaster Secapa AD akan dimasukan ke data kasus Covid-19 Kota Bandung, angka tersebut akan berubah.
"Jelas akan memengaruhi," ungkapnya. (Nur Khansa Ratnawati)
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.
Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Bertambah 275 Kasus, Virus Covid-19 Telah Menginfeksi 14.915 Orang di Jakarta