Nasional

Ngaku Keturunan Sultan, Pria Ambil Takhta Keraton Cirebon

Oleh: Admin Senin 29 Jun 2020, 07:47 WIB
penyegelan dan perebutan tahta di Keraton Cirebon / tangkap layar video

CIREBON, AYOJAKARTA.COM - Seorang pria mengambil alih Keraton Cirebon menjadi viral setelah videonya beredar di media sosial. Lelaki tersebut mengaku sebagai keturunan Sultan Sepuh XI Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin. Ia bahkan mengatakan bahwa pihaknya mulai Sabtu (27/6/2020) telah mengambil alih Keraton Kasepuhan Cirebon.

Menanggapi hal itu, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat PRA Arief Natadiningrat akan mempolisikan insiden tersebut. Pengambilan video itu melanggar hukum lantaran masuk ke keraton tanpa izin, hingga menurunkan foto pengabdi kerajaan.

Mengakui dirinya sebagai keturunan sah kepada publik juga merupakan pencemaran nama baik. Terlebih, Keraton Cirebon bukan hal yang bisa direbut begitu saja.

"Kejadian ini (video pengambilalihan Keraton Kasepuhan) layak dilaporkan secara hukum ke Kepolisian," kata Sultan Arief dalam keterangan tertulis yang diterima di Cirebon, Minggu (28/6/2020).

"Mereka juga melakukan ancaman pembunuhan dan telah menyiarkan berita kebohongan, oleh karenanya telah melanggar UU ITE dan KUHP yang masuk ranah pidana," ujarnya.

Menurut Arief, Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bagian dari sejarah dan jatidiri bangsa Indonesia yang perlu tetap lestari.

Sebelumnya beredar video terkait pengambilalihan dan juga penyegelan Dalem Arum Keraton Kasepuhan, serta penurunan foto Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat oleh seorang yang mengaku sebagai keturunan sah dari Sultan XI.

Dalam video, ellaki tersebut mengaku dialah yang merupakan keturunan asli dari Sultan Sepuh XI dan berhak atas apa yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Hari ini Sabtu tanggal 27 Juni 2020. Kami keturunan asli dari Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin. Dengan ini kami menyatakan mengambil alih Keraton Kasepuhan dari tangan saudara Arief. Demikian statemen kami buat untuk disebarluaskan ke Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat dan masyarakat Kota Cirebon," kata pria tersebut.

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati