AYO BACA : Ridwan Kamil Pastikan Sekolah Masih Dari Rumah
AYO BACA : Menghadapi AKB, Ridwan Kamil Minta Industri Beradaptasi
BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan risiko penularan Covid-19 terendah di Indonesia. Hal ini terlihat dari peringkat jumlah penderita Covid-19 di tingkat nasional, di mana Jabar menduduki ranking ke-28 dari 34 provinsi.
"Jabar sempat masuk jadi provinsi dengan jumlah penderita Covid-19 tertinggi. Tapi sekarang kami sudah peringkat 28," kata Gubernur jabar Ridwan Kamil dalam MarkPlus Government Roundtable dengan tema 'Jawa Barat-Destinasi Investasi Prioritas Indonesia di Era COVID-19', Kamis (25/6/2020).
Bahkan menurutnya, saat ini penderita Covid-19 di Jabar terus berkurang, dan jumlah pasien yang sembuh terus bertambah. Pencapaian ini tentu saja tidak diperoleh dengan cara mudah. Pria yang akrab disapa Emil itu pun membagikan empat kiat Pemprov Jabar dalam menghadapi Covid-19.
"Pertama, pandemi ini merupakan hal yang baru. Jadi saya dan para ahli di Jawa Barat terus belajar," ujar Emil.
Ia tak menampik jika gara-gara Pandemi Covid-19, Pemprov Jabar jadi lebih sering mengadakan kajian dengan para ahli epidemologi dan kesehatan. Bahkan diskusi tentang Covid selalu berlangsung hampir setiap hari.
"Yang kedua, kami selalu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan ilmiah. Jadi wilayah yang kondisinya jelek harus diberi dosis ekstra," kata Emil.
Ia menyampaikan, dengan wilayah yang begitu luas, penanganan Covid-19 di Jawa Barat tidak bisa disamaratakan. Setiap kabupaten/kota membutuhkan penanganan yang berbeda tergantung kondisi dan status wilayah masing-masing.
Misalnya penanganan di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), mau tidak mau harus mengikuti DKI Jakarta. Akan tetapi wilayah yang masuk zona kuning seperti Priangan Timur bisa sedikit leluasa dalam penerapan PSBB.
"Ketiga, kami terus berinovasi dengan menciptakan alat perang Covid-19 sendiri," ujar Emil.
Saat ini Pemprov Jabar menggandeng BUMN serta perguruan tinggi telah menciptakan alat-alat kesehatan Covid-19. Antara lain APD, rapid test, PCR, masker, dan ventilator. Adapun yang kiat yang kunci keberhasilan yang ke-empat adalah berani mengambil risiko.
"Sebagai pemimpin saya tidak bisa menyenangkan semua pihak," papar Emil.
Misalnya tentang keputusan PSBB. Jika diteruskan orang-orang di sektor ekonomi menjerit. Tapi jika dihentikan pasti pakar kesehatan akan menentang.
AYO BACA : Daftar 80 Mal Jakarta yang Buka Hari Ini