SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan kembali terjadi pada akhir pekan ini, yakni Minggu 21 Juni. Di Indonesia, GMC ini akan terlihat sebagai GMS (Gerhana Matahari Sebagian).
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie mengatakan, untuk di Jawa Tengah, ada 13 kota yang bisa melihat fenomena tersebut.
"Untuk beberapa kota yang dilewati fenomena tersebut ada 13, yakni Semarang, Pekalongan, Batang, Kendal, Ungaran, Demak, Jepara, Kudus, Purwodadi, Sragen, Pati, Rembang, Blora. Semuanya dengan magnitudo gerhana antara 0,000-0,025," ujarnya, Minggu (21/6/2020).
Untuk pengamatan gerhana, akan dilakukan di 21 pos BMKG di Indonesia. Untuk Jawa Tengah, Pos Pengamatan GMC dipusatkan di menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Nantinya akan ada petugas pengamatan gerhana yang didatangkan langsung dari kantor pusat BMKG yang akan melakukan pengamatan hilal di MAJT.
"Karena lagi darurat COVID-19, maka pengamatannya harus mentaati protokol kesehatan. Sehingga bisa antisipasi penyebaran virusnya. Terutama digunakan bagi observer BMKG yang melakukan pengamatan," imbuhnya.
Ia menyebutkan fenomena tersebut akan muncul dengan durasi beberapa menit saja. Seperti contoh di Semarang, GMC muncul tepat pukul 15.17 WIB. Di Pekalongan muncul pukul 15.16 WIB. Di Batang muncul pukul 15.16, di Kendal muncul pukul 15.17.
"Imbauan bagi masyarakat yang ingin mengamati GMS harus pakai filter, karena di Jawa Tengah waktu gerhananya antara pukul 14.59 s.d. 15.38 WIB. Di mana saat matahari masih terang sehingga berbahaya bagi mata tanpa filter," imbaunya. (Vedyana)