AYOJAKARTA.COM – Mendekati Kongres PSI atau Partai Solidaritas Indonesia yang akan digelar pada 19 Juli mendatang di Solo, Logo Baru mulai diperkenalkan.
Saat menemui para kadernya di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Kaesang Pangarep sempat memberikan kaos PSI atau Partai Solidaritas Indonesia dengan Logo Baru.
Didominasi oleh warna Merah, Putih dan Hitam, Logo Baru PSI atau Partai Solidaritas Indonesia berubah menjadi Gajah meninggalkan Bunga Mawar.
Selain Ronald Aristone Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang, nama Kaesang Pangarep juga masuk dalam deretan calon Ketum PSI atau Partai Solidaritas Indonesia.
Dengan jumlah kader mencapai sekitar 187 ribu dan tersebar di seluruh Indonesia, Kongres PSI memastikan setiap anggota memiliki hak suara yang sama.
Terkait dengan adanya perubahan logo dari Bunga Mawar menjadi Gajah, sejumlah kalangan menduga hal tersebut sebagai isyarat perlawanan terhadap Banteng.
Anggapan tersebut muncul karena Bunga Mawar yang sebelumnya menjadi logo PSI serta dipengaruhi oleh Ir. Sukarno, kini ditiadakan.
Baca Juga: Cara Blokir dan Laporkan Kontak di WhatsApp agar Tidak Bisa Kirim Pesan Lagi
Dikutip dari laman resmi PSI, alasan penggunaan Mawar sebagai logo adalah karena terinspirasi oleh kalimat Sukarno.
Saat pidato tanggal 29 Juli 1959 di Semarang, Sukarno sempat menyatakan Bunga Mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbak itu tersebar di sekelilingnya.
Dugaan tersebut juga diperkuat karena Gajah dipercaya kendaraan Raja Jawa dan pada bagian bawah Logo Baru PSI terdapat slogan Partai Super Tbk yang merupakan pernyataan Jokowi usai dipecat dari PDIP.
Sehubungan dengan adanya perubahan logo baru di PSI, Pengamat Politik Adi Prayitno melalui kanal Youtube-nya memberikan pandangan.
Baca Juga: Tamat! Rating The First Night With The Duke Pecah Rekor, Intip Penjelasan Akhir Kisahnya
Menurut Adi, rebranding dalam sebuah organisasi seperti partai politik merupakan hal wajar dan biasa dalam mencari simpati pendukung.
Sebagaimana dengan PKS yang juga sempat mengalami transformasi, logo baru PSI menurut Adi merupakan isyarat kesiapan untuk menuju ke Pemilu 2029.
Terkait dengan adanya slogan di bagian bawah logo yang bertuliskan Partai Super Tbk dan merupakan pernyataan Jokowi, Adi menduga hal tersebut memiliki makna tersendiri.
Perubahan logo yang tidak lagi didominasi warna Merah dan Bunga Mawar, menurut Adi bisa jadi karena ingin mendulang suara dari pendukung PDIP.
Baca Juga: Jadwal Job Fair di SMKN 57 Jakarta, Ribuan Lowongan Kerja Tersedia untuk Umum
Sempat menjadi kader PDIP hingga menjabat Presiden selama dua periode, Adi percaya kekuatan Jokowi sudah cukup solid di akar rumput sehingga lebih terorganisir.
Guna memisahkan antara pendukung PDIP dengan Jokowi, penggunaan istilah Partai Super Tbk kemudian ditambahkan.
“Logo yang selama ini mungkin kurang kontekstual, jangan-jangan rebranding PSI mencoba menyasar pemilihnya Jokowi yang beririsan dekat dengan PDIP,” ungkap Adi. ***