MAJALENGKA, AYOJAKARTA.COM – Empat puluh tenaga medis di RSUD Cideres, Kabupaten Majalengka, menjalani rapid diagnostic test (RDT) pascapenanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang berjualan seblak di Depok. Hasilnya, nonreaktif.
RDT digelar terhadap tenaga medis setelah mereka menangani pasien yang berjualan seblak di Depok. Sang pasien perempuan itu sempat dirawat di ruang perawatan biasa rumah sakit tersebut, sebelum kemudian dipindahkan di ruang isolasi karena telah bersikap tak jujur.
Pasien tak terbuka ihwal riwayat perjalanannya. Namun belakangan, pasien diketahui telah melakukan perjalanan ke Depok untuk berjualan seblak.
Hasil swab sang pasien menyatakan positif. Tracing terhadap pasien menemukan, sang suami terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
AYO BACA : PSBB Majalengka, Mobil Travel Bawa Pemudik Diminta Putar Balik
Paparan itu diperolehnya setelah sang suami merawat sang istri yang sudah sakit sejak keduanya tinggal di Depok untuk berjualan seblak. Pasangan suami istri (pasutri) ini pun diisolasi di RSUD Cideres.
"Empat puluh tenaga medis yang sempat kontak dengan pasien Covid-19 sudah jalani rapid Test. Alhamdulillah, semuanya nonreaktif," ungkap Direktur RSUD Cideres, Asep Suandi.
Ketua Gugus Tugas Percepatangan Penanganan Covid-19 RSUD Cideres, Ega Bramasta Akadapi menyebut, meski nonreaktif, sebagian tenaga medis telah mengarantina dirinya sendiri.
"Biarpun hasilnya nonreaktif, sebagian tenaga medis saat ini melakukan isolasi mandiri untuk menghindari hal-hal yang tak diharapkan," terangnya.
AYO BACA : Sempat Tertahan di Sumatera, 27 Warga Kabupaten Majalengka Dijemput Pulang
Namun begitu, pihaknya akan kembali menggelar rapid test kedua bagi para tenaga medis.
Dia meyakinkan, RSUD Cideres kini hanya merawat dua pasien Covid-19. Di luar pasutri pedagang seblak itu, tak ada pasien Covid-19 lain yang dirawat di sana.
Sementara itu, dua anak pasutri pedagang seblak diketahui telah menjalani pemeriksaan swab. Kedua anak masing-masing seorang laki-laki berusia 29 tahun dan seorang perempuan berusia 19 tahun.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin memastikan, hasil swab kedua anak negatif.
"Hasil swab diperoleh dari Universitas Gunung Jati Cirebon sebagai tempat pemeriksaan sampel kedua anak tersebut," ujarnya.
Walau begitu, pihaknya akan terus memantu kondisi kedua anak tersebut. Keduanya akan terus diedukasi untuk beraktivitas dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.
Pihaknya pun berupaya menjauhkan stigma buruk terhadap keduanya dari masyarakat sekitar.(Erika Lia)
AYO BACA : Peringatan WHO, Gelombang II Pandemi COVID-19 di Akhir Tahun