BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Masa pandemi Covid-19 menutup aktivitas tempat yang berpotensi menimbulkan penyebaran virus corona. Salah satu tempat yang ditutup yakni Bandung Zoo.
Biasanya, Lebaran Idulfitri menjadi puncak wisatawan berkunjung ke Bandung Zoo. Namun, khusus tahun ini nuansa sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kebun binatang andalan warga Bandung dan sekitarnya tersebut saat ini sepi tak berpenghuni. Seluruh gerbang masuk kebun binatang yang dikenal dengan sebutan Direnten pun terlihat tertutup rapat.
Bahkan hampir semua kios ditutup seiring tidak adanya aktivitas wisata. Pantauan Ayobandung, hanya ada dua kios di Pintu 3 yang buka saat Idulfitri ini. Satu kios merupakan kantin yang menerima orderan melalui ojek daring. Satu lagi kios suvenir milik Entang Sugiri.
"Kan kebun binatangnya ditutup, jadi semua kios juga tutup," tutur Entang Sugiri.
Pria yang akrab disapa Giri tersebut menyebut aktivitas usaha di lokasi itu mengandalkan wisatawan dari Bandung Zoo. Seiring dengan ditutupnya aktivitas wisata, pelaku UMKM yang menempati kios juha berhenti.
AYO BACA : Krisis Keuangan, Ini Opsi Terakhir Bandung Zoo untuk Pakan Macan Tutul
"Saya buka karena tidak pulang. Dari pada tutup, mending buka sambil ngerjain pesanan," ujarnya.
Giri mengungkapkan seja ativitas wisata di Bandung Zoo dihentikan, dirinya nyaris tidak memiliki pendapatan. "Pesanan dari luar juga berhenti total," katanya.
Biasanya kata Giri, dalam satu bulan bisa menjual puluhan souvenir di kios. Selain itu, dia juga melayani pesanan dari toko-toko suvenir luar daerah.
Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Giri hanya mengandalkan pesanan dari penjualan daring.
"Paling ngerjain pesanan dari teman-teman di Facebook. Itu juga hanya satu dua saja. Kondisinya berat," katanya.
Sementara pesanan yang borongan sama sekali tidak didapatnya selama da bulan terakhir. (Mildan Abdalloh)
AYO BACA : Terdampak Covid-19, Puluhan Pekerja Bandung Zoo Dirumahkan