Nasional

Nekat Naik Gunung Gede Pangrango, 5 Pendaki Dipaksa Turun

Oleh: Admin Rabu 20 Mei 2020, 06:51 WIB
[ilustrasi] 5 pendaki nekat mendaki Gunung Gede Pangrango dipaksa turun. (reuters)

CIANJUR, AYOJAKARTA.COM -- Petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memaksa turun lima orang pendaki asal Cibinong, Kabupaten Bogor, setelah melakukan pendakian ilegal di Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, pekan lalu.

Kelima orang ini dipaksa turun lantaran mendaki Gunung Gede saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan Pandemi Covid 19.

Humas TNGGP, Poppy Oktadiani, menjelaskan, adanya kelima orang pendaki di saat PSBB dan pandemi Covid-19 menjadi catatan untuk memperketat pengawasan di jalur pendakian untuk mencegah pendaki ilegal ke Gunung Gede Pangrango

"Pendakian kami tutup sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kondisi pandemi Covid-19, terlebih bisa menjaga ekosistem yang ada. Nantinya akan perketat pengawasan, petugas di setiap pos juga akan rutin melakukan pemantuan,” tutur Poppy Oktadini saat dihubungi melalui telepon, Selasa (19/5/2020).

Informasi yang dihimpun, kelima pendaki ini awalnya dipergoki oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, saat berjalan menuju Gunung Gede melalui jalur pendakian Gunung Putri.

"Sewaktu saya lihat sudah curiga kelima orang ini mau mendaki, sewaktu saya hampiri ditanyakan tujuannya, benar saja mengakui akan mendaki Gunung Gede,” tutur Bhabinkamtimbas Sukatani, Bripka Yusuf Supriadi saat dihubungi melalui telepon.

Mengetahui akan mendaki, Yusuf melarang untuk mendaki lantaran karena memang lagi ditutup saat pandemi Covid-19. “Mereka bilang iya akan balik kanan, tapi saya curiga mereka melanjutkan perjalanan untuk mendaki,” katanya.

Yusuf kemudian menghubungi pihak TNGGP agar menelusuri adanya lima orang pendaki yang akan naik ke Gunung Gede, kemungkinan dalam jalur pendakian.

Selang beberapa jam, Yusuf mendapatkan informasi jika petugas TNGGP mendapati ada rombongan pedaki ilegal yang sudah berada di jalur pendakian.

"Langsung dibawa turun dan diberikan pembinaan, terlebih kaitan larangan. Pendaki itupun diberi peringatan keras," pungkasnya.(M Ikhsan)

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono