Nasional

Warga Cianjur Sempat Tolak Jenazah Covid-19 asal Kabupaten Bekasi

Oleh: Admin Sabtu 09 Mei 2020, 19:40 WIB
Sebagai ilustrasi, pemakaman jenazah pasien virus corona menggunakan prosedur khusus yang memerlukan peti jenazah. (Suara.com)

CIANJUR, AYOJAKARTA.COM — Gadis asal Kabupaten Bekasi yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19 meninggal di RSUD Sayang Cianjur. Jenazah gadis berusia 20 tahun itu sempat ditolak warga saat akan dimakamnkan karena bukan asli warga Cianjur.

Mengetahui penolakan pemakaman jenazah Covid-19 itu, polisi dan TNI kemudian mengamankan warga di Desa Sukasirna Kecamatan Campakamulya, Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 01.30 Wib.

Menurut sumber Ayobandung.com - jaringan Ayojakarta.com, sebelum tim RSUD Sayang Cianjur berangkat ke Campaka Mulya, mendapat informasi adanya penolakan dimakamkan di kampung mereka, karena orang Bekasi.

AYO BACA : Ramai Penolakan Jenazah Covid-19, Ini Respons MUI

Tim dari rumah sakit akhirnya berkordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Sukasirna, selang beberapa jam akhirnya berkat bantuan Polisi dan TNI diijinkan untuk dimakamkan.

“Masyarakat akhirnya menerima jenazah PDP Covid 19, kemudian mobil jenazah dari RSUD sayang berangkat sekitar jam 21.00 wib, sampe di lokasi sekitar pukul 01.00 dini hari,” tutur seorang tim medis, Sabtu (9/5/2020).

Salah seorang warga Desa Sukasirna yang meminta identitasnya tidak dicantumkan mengatakan, tidak ada kepastian waktu kapan pasien masuk ke RSUD Sayang Cianjur. Hanya saja informasi menyebutkan gadis ini hidup sebatang kara. Di bekasi hidup bersama orangtua angkat, sedangkan di Cianjur itu rumah pamannya di Kecamatan Campaka Mulya.

AYO BACA : Aksi Solidaritas Jenazah Ditolak di Ungaran, Perawat di Tangerang Pakai Pita Hitam

Awal Mei lalu Gadis tersebut datang dari Bekasi pergi ke rumah pamannya di Kecamatan Campaka Mulya Kabupaten Cianjur, lalu mengalami demam dan batuk hingga dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur.

“Tidak lama tiba dari Bekasi, perempuan itu jatuh sakit panas dan batuk, lalu dibawa ke Rumah Sakit Sayang di Cianjur,” ujar warga yang enggan identitasnya itu.

Di RSUD Sayang setelah diperiksa langsung di bawa ke ruang isolasi. Pada Jumat (8/5/2020) pasien memghembuskan napas terakhir dengan status PDP Covid 19.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal tidak banyak komentar saat dikonfirmasi adanya seorang gadis asal Bekasi dengan status PDp Covid 19 yang meninggal. Ia hanya mengkonfirmasi adanya kejadian tersebut. “Iya betul,” singkatnya. (Muhammad Ikhsan)


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Warga Tolak Jenazah Pasien Corona, Pengamat: Pemerataan Informasi Gagal!

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati