CIMAHI, AYOJAKARTA.COM -- Kota Cimahi kedatangan gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman yang mencari peruntungan selama bulan Ramadan dan di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Berdasarkan pantauan, gepeng yang datang ke Cimahi, mangkal di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Mayoritas merupakan wanita yang menggendong anak-anaknya sambil membawa karung putih dan duduk di trotoar.
AYO BACA : Belajar dari Kakek Mukhlis, Lebih Baik Tidak Memberi Uang ke Pengemis di Jalanan
Namun selain di Jalan Gatot Subroto, mereka juga bisa ditemui di Jalan Gandawijaya, Jalan Amir Machmud, atau di pusat keramaian lainnya di Kota Cimahi.
Kepala Bidang Sosial DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Agustus Fajar, mengakui gepeng musiman mulai bermunculan di Cimahi. Berdasarkan informasi, jumlahnya sekitar 8 sampai 15 orang.
AYO BACA : Mukhlis Tidak Akui Uang Ratusan Juta dari Hasil Mengemis
"Mereka itu peralihan dari tempat lain. Karena mungkin di tempat lain pengawasannya lebih ketat, kalau di Cimahi hanya perlintasan dan agak longgar jadi mereka bertahan di sini," ujar Agustus saat dihubungi, Kamis (30/4/2020).
Gepeng tersebut berasal dari sejumlah daerah, seperti Cianjur dan Purwakarta. Pihaknya sudah melakukan pendataan, namun kebanyakan gepeng tersebut tidak membawa identitas.
"Kami sudah lakukan pendataan. Sebelum Coronavirus mereka sempat rehab di panti Cisarua dan Bekasi. Sekarang mereka tidak bisa dikirim ke sana karena tempatnya ditutup. Jadi kami minta agar kembali ke daerah masing-masing," ujarnya.
Setelah didatangi dan diminta kembali ke daerah masing-masing, gepeng tersebut benar-benar hilang namun hanya satu atau dua hari. Selebihnya mereka akan kembali lagi mengemis di tempat biasa mereka mangkal.
"Memang sehari dua hari enggak ada. Tapi beberapa hari kemudian muncul lagi. Jadi mereka kucing-kucingan juga dengan petugas," jelasnya. (Tri Junari)
AYO BACA : Pura-pura Pincang, Pengemis Kocar-kacir Dikejar Petugas