JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kegiatan operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa berhenti untuk sementara waktu karena virus corona. Kondisi keuangannya pun merosot.
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menyebutkan, pada Januari pendapatan rata-rata harian masih tinggi. Puncaknya, pada 2 Januari KAI raup pendapatan harian mencapai Rp38,82 miliar.
AYO BACA : KAI Setop Perjalanan 28 Kereta dari Jakarta Mulai 1 April
“Namun, semenjak kehadiran virus corona ditambah adanya larangan mudik pendapatan harian KAI merosot. Tanggal 31 Maret turun jadi Rp4 miliar, karena ada penurunan penumpang, berkurang jauh. Apalagi setelah PM 25 yang tidak jadi mudik, lebih rugi lagi,” ujar Edi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, di Jakarta ditulis Rabu (29/4/2020).
AYO BACA : KAI Batalkan Perjalanan Kereta Mulai 1 April, Cek Daftarnya
Tak hanya pendapatan, lanjut Edi, jumlah penumpang juga menurun drastis akibat virus corona ini. Ia mencatat, jumlah penumpang harian rata-rata kuartal I 2020 sebanyak 1,2 juta penumpang.
Dengan rincian 775.501 penumpang KRL, 208.210 penumpang kereta api jarak jauh, dan 5.891 penumpang bandara. Adapun, pada 31 Maret 2020 jumlah penumpang harian tercatat hanya 275.827 penumpang.
Kendati begitu, di sisi lain KAI masih mengandalkan pendapatan dari angkutan barang. Karena, angkutan barang masih bisa beroperasi normal di tengah larangan mudik. “Hanya saja terhadap target masih di bawah, karena target Rp733 miliar,” tutup Edi.
AYO BACA : Tarif Lengkap Rail Express KAI, Cirebon-Jakarta Cuma Rp 500 per Kilogram