CILEUNYI, AYOJAKARTA.COM -- Ratusan pemudik dari pelbagai daerah disuruh memutar kendaraan di gerbang tol Cileunyi.
Kasatlantas Polresta Bandung AKP Hasby Ristama mengatakan, penyekatan di gerbang tol Cileunyi dilakukan untuk menjaring masyarakat yang nekat mudik selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Gerbang tol Cileunyi menjadi titik fokus penyekatan, mengingat lokasi tersebut merupakan lintasan pemudik yang menggunakan jalur selatan.
"Sudah beberapa hari ini kami bersama Polda Jabar, PJR, Jasamarga dan Dishub melakukan penyekatan di gerbang tol Cileunyi," tutur Hasby, Rabu (29/4/2020).
Hasby mengatakan, kebanyakan yang nekat mudik merupakan warga luar Bandung. "Rata-rata ada 200-an kendaraan yang kami suruh putar balik karena diketahui akan mudik," sebutnya.
Menurut Hasby, sebelum disuruh putar balik, warga terlebih dahulu diperiksa KTP, surat jalan maupun tujuan melintas.
"Dari hasil wawancara, juga barang bawaan dan pengakuan, mereka memang akan mudik. Jadi kami suruh memutar balik dan diimbau tidak nekat mudik," katanya dilansir Ayobandung.
Pihaknya juga memberikan penjelasan terkait risiko pemudik membawa penyakit bagi keluarga di kampung.
Selain di gerbang tol Cileunyi, pemeriksaan terhadap kendaraan yang diduga akan mudik juga dilakukan di jalur-jalur alternatif, seperti Jalan Kamojang dan Cijapati.