KEJAKSAN, AYOJAKARTA.COM -- PT KAI Daop 3 Cirebon meyakinkan tarif pengiriman bahan pangan menggunakan Rail Express terjangkau.
Manajer Humasda PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengatakan, perusahaan transportasi logistik untuk bahan pangan tetap dapat beroperasi tanpa pembatasan, walau di tengah pandemi COVID-19.
"Pengoperasian Rail Express sesuai Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19," jelasnya seperti dilansir dari AyoCirebon.
Rail Express telah melayani angkutan bahan pangan seperti telur dari Blitar ke Jakarta, bawang merah dari Nganjuk ke Jakarta, salak dari Purwosari ke Jakarta, sayur dan buah dari Malang dan Kebumen ke Jakarta dan Bandung, serta angkutan bahan pangan lainnya ke berbagai tujuan.
Pelayanan Rail Express untuk di wilayah Daop 3 Cirebon beroperasi di tiga stasiun, masing-masing Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan di Kota Cirebon, juga Stasiun Jatibarang di Kabupaten Indramayu.
"Masyarakat yang ingin menggunakan jasa pengiriman Rail Express dapat menyerahkan barang yang hendak dikirim melalui Loket Rail Express yang tersedia di tiga stasiun itu," terangnya.
Untuk tarif, Rail Express menetapkan harga per satuan kilogram dan per tujuan.
Pengiriman barang dapat dilayani di seluruh wilayah rel kereta api se-Pulau Jawa.
Berikut tarif layanan Rail Express:
1. Relasi Cirebon-Jakarta bertarif Rp 500/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari atau sama dengan 130cc dikenakan tarif Rp95.000, kapasitas lebih dari 130-250cc bertarif Rp120.000, dan kapasitas lebih dari 250cc bertarif Rp145.000.
2. Relasi Cirebon-Semarang bertarif Rp 400/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari atau sama dengan 130cc dikenakan tarif Rp80.000, kapasitas lebih dari 130-250cc bertarif Rp95.000, dan kapasitas lebih dari 250cc dikenakan tarif Rp115.000.
3. Relasi Cirebon-Surabaya bertarif Rp 800/kg
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari atau sama dengan 130cc dikenakan tarif Rp155.000, kapasitas lebih dari 130-250cc bertarif Rp185.000, dan kapasitas lebih dari 250cc bertarif Rp230.000.
4. Relasi Cirebon-Bandung bertarif Rp 200/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari atau sama dengan 130cc dikenakan tarif Rp40.000, kapasitas lebih dari 130-250cc dikenakan tarif Rp50.000, dan kapasitas lebih dari 250cc bertarif Rp600.000.
5. Relasi Cirebon-Purwokerto bertarif Rp 300/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari 130cc dikenakan tarif Rp60.000, kapasitas lebih dari 130-250cc dikenakan tarif Rp70.000, dan kapasitas lebih dari 250cc dikenakan tarif Rp 85.000.
6. Relasi Cirebon-Yogyakarta/Solo bertarif Rp 600/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari 130cc dikenakan tarif Rp115.000, kapasitas lebih dari 130cc-250cc dikenakan tarif Rp140.000, dan kapasitas lebih dari 250cc bertarif Rp170.000.
7. Relasi Cirebon-Madiun bertarif Rp 700/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari atau sama dengan 130cc dikenakan tarif Rp135.000, kapasitas lebih dari 130cc-250cc dikenakan tarif Rp165.000, dan kapasitas lebih dari 250cc bertarif Rp200.000.
8. Relasi Cirebon-Malang bertarif Rp 1.000/kg.
Khusus pengiriman sepeda motor berkapasitas silinder kurang dari atau sama dengan 130cc dikenakan tarif Rp190.000, kapasitas lebih dari 130-250cc dikenakan tarif Rp235.000, dan kapasitas lebih dari 250cc bertarif Rp285.000.
"Semoga layanan ini dapat membantu masyarakat yang ingin mendistribusikan barangnya pada masa Pandemi Covid-19," harap Luqman.