Nasional

Kronologi Ibu Rumah Tangga di Serang Meninggal Nahan Lapar

Oleh: Admin Selasa 21 Apr 2020, 11:37 WIB
Yuli Nur Amalia ibu miskin di Kota Serang saat dikunjungi Muji Rohman, Anggota DPRD Kota Serang, Sabtu, 18 April 2020.(BantenHits.com/ Mahyadi)

SERANG, AYOJAKARTA.COM -- Seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Lontarbaru, Kota Serang, Banten, akhirnya meregang nyawa karena derita kelaparan. 

Ibu bernama Yulie Nuramelia (43) itu sudah dua hari menahan lapar dengan hanya minum air galon isi ulang selama dua hari.

Ibu Yuli menjadi semakin miskin karena pembatasan sosial dampak wabah virus corona. 

Ibu empat orang anak tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (20/4/2020) pukul 15.00 WIB.

Suami Yuli, Mohammad Kholid (49) menceritakan, Senin pagi istrinya masih sempat berbincang di rumah. Kholid tak melihat ada tanda-tanda sakit di raut muka istrinya.

Sampai pukul 13.00 WIB, Yuli masih seperti biasa berinteraksi dengan empat anaknya sambil merapihkan bantuan dari masyarakat. Namun sekitar pukul 14.00 WIB, ia mendapatkan kabar dari sang anak bahwa istrinya pingsan.

“Pingsan dibawa ke puskesmas pukul 15.00 tapi ya itu puskesmas bilangnya sudah tidak ada (meninggal),” katanya kepada awak media di kediamannya.

Yuli bersama suami dan empat anaknya harus menjalani hari-hari yang menyedihkan selama Banten KLB Corona.

Yuli dan keluarga selama ini hanya bergantung dari penghasilan suami memulung barang bekas. 

Sejak muncul wabah corona, lapak yang bisa menampung barang rongsokan dari Holik tutup sehingga tak ada lagi pendapatan bagi keluarganya. 

Begitupun anak sulungnya yang bekerja sebagai buruh tak bisa menambah penghasilan bagi orang tuanya karena tempatnya bekerja tutup sejak wabah corona.

Penyebab tewasnya Ibu Yulie belum diketahui. Sebelum meninggal dia masih sempat menerima bantuan dari para relawan dan donatur. Kondisinya disebut sehat.

Penghasilan suaminya sebagai pemulung barang bekas hanya sebesar Rp a25 ribu sampai Rp 30 ribu per hari. Uang itu harus dibagi untuk masak dan kebutuhan hidup lainnya.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria