Nasional

Orderan Sepi, Penjahit Difabel Slawi Beralih Produksi Masker

Oleh: Admin Minggu 19 Apr 2020, 13:59 WIB
Rustanto (Ayotegal.com/Dwi Arie)

ADIWERNA, AYOJAKARTA.COM -- Suara mesin jahit terdengar dari salah satu sudut ruang belakang gedung Loka Bina Karya (LBK) Sekretariat Difabel Slawi Mandiri (DSM).

Di ruangan ini, seorang difabel Rustanto (47) sibuk memotong kain untuk dijadikan masker yang kini sangat dibutuhkan di tengah pandemik COVID-19. 

"Order jahit baju lagi sepi, bahkan macet sejak ada korona. Jadi saya sekarang bikin masker," tuturnya.

Rustanto mengaku setelah banting setir bikin masker, permintaan cukup lumayan dari masker yang dibanderol kisaran Rp 6.000 hingga Rp 9.000 per buah.

Dalam sehari, Rustanto bisa memproduksi hingga 30 biji masker dengan bahan kain maupun masker dan juga tisu seperti disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

"Dari Dinkes bahannya katun minyak yang akan digunakan tenaga kesehatan di rumah sakit dan lingkungannya. Saya diminta untuk bikin sebanyak-banyaknya," katanya. 
 
Rustanto menjelaskan, perbedaan harga masker tergantung pada lipatan dan bahan yang digunakan.

Sementara itu, pengurus DSM Dede Atmo Pernoto menyebut, ada lima penjahit anggota difabel yang kini fokus membuat masker. Mereka tidak hanya di BLK saja, tapi juga ada di Slawi dan Lebaksiu.

"Dampak korona sangat luar biasa. Order menjelang puasa dan Lebaran itu banyak, namun sekarang sepi. Apa yang bisa dilakukan untuk survive kita lakukan seperti pembuatan masker," ujar Dede.

Dia berharap kepada masyarakat yang membutuhkan masker bisa pesan ke kantor DSM. "Alhamdulillah sudah ada instansi yang pesan. Mudah-mudahan ada penambahan lagi agar anggota DSM tetap ada pemasukan," harapnya

Reporter Admin
Editor Widya Victoria