PADALARANG, AYOJAKARTA.COM -- Para sopir angkutan umum di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluh penghasilan menurun drastis hingga 60 persen sejak penerapan pembatasan aktivitas sosial akibat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) KBB, Deddi Setiawan mengatakan, total ada 8.000 unit angkutan orang maupun barang. Saat ini pihaknya mengajukan pendataan 2.000 sopir terdampak ekonomi.
"Selama ini ojol yang menjadi perhatian, kami berharap pemerintah juga memikirkan nasib pengemudi angkutan umum juga," pinta Deddi yang akrab disapa kang Ucok ini di sela kegiatan disinfeksi pada mobil angkutan umum di sekitar Stasiun Padalarang, kota Bandung, Kamis (16/4/2020) dilansir Ayo Bandung.
Menurutnya, jika normalnya sehari pengemudi angkum bisa mendapat Rp 200 ribu, selama pandemi ini hanya kisaran Rp 80 ribu per hari.
Selain itu juga adanya penerapan social dan psycal distancing, angkutan umum yang biasanya maksimal 13 orang, kini dibatasi hanya lima penumpang.
"Saat ini jumlah penumpang dibatasi, tidak ada angkutan dengan penumpang berjejal. Hal ini berdampak pada penghasilan sopir dan pengusaha angkutan. Untuk itu saya berharap pemerintah juga memberi bantuan bukan hanya wacana," tutur Ucok.
Ia memperkirakan jika tidak ada bantuan pemerintah dan keadaan tak kunjung membaik maka kemungkinan akan banyak pengusaha angkutan darat yang gulung tikar.
"Saat ini pengusaha angkutan saja sudah teriak, apalagi sopir. Untuk itu pemerintah harus memikirkan keberlangsungan ekonomi transportasi darat," ucapnya.
Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan KBB, Eman Sulaeman menjelaskan, dari data yang ada di Bandung Barat, pelaku transportasi darat meliputi pengemudi angkum 1.429 orang, ojek pangkalan 1.674 orang dan ojek online 718 orang.
Dari data ini pihaknya telah memasukannya dalam daftar calon penerima bantuan warga terdampak ekonomi kepada Dinas Sosial KBB.
"Kami melakukan pendataan dan mengajukan pada dinas sosial, harapannya mereka semua dapat bantuan karena secara ekonomi mereka paling terdampak," tambahnya.