SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Para pelajar mulai merasakan bosan selama menjalani program belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Anak Jateng, Amelia Adiputri Diansari kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat konferensi video, Rabu (15/4/2020).
"Ini merupakan hasil riset kami (Forum Anak Jateng) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB Jawa Tengah). Ketika para siswa diminta mengisi kuesioner tertutup, sekitar 80 persen menyatakan bosan," kata siswi SMAN 1 Sragen itu kepada Ganjar lewat konferensi video dengan pelajar dari 35 kabupaten/kota.
AYO BACA : Hari Pertama PSBB Bodebek, Bansos Pemprov Jabar Mulai Dibagikan
Dia mengatakan banyak guru yang gagap teknologi (gaptek), terutama guru-guru senior. Ketika instruksi belajar online dikeluarkan, guru-guru tersebut kesusahan beradaptasi. Meskipun pada akhirnya semua bisa teratasi setelah ada bantuan dari guru-guru yunior.
Selain persoalan guru, Amel yang juga Ketua Forum Anak Jateng itu juga mengatakan para siswa sudah mengalami masa jenuh menjalani pembelajaran di rumah. Menurutnya, siswa memerlukan inovasi dan kreasi dari guru, terlebih tentang materi yang berkenaan dengan COVID-19.
AYO BACA : Resmi, Pemkot Bandung Ajukan Permohonan PSBB ke Pemerintah Pusat
Konferensi video tersebut sengaja Ganjar lakukan setelah mendapat banyak aduan dari siswa di media sosial. Ganjar yang berulang kali melakukan konferensi video dengan berbagai pihak, akhirnya memutuskan menggelar hak serupa dengan para siswa.
"Setidaknya bapak ibu guru memahami situasi ini agar dibuatkan model pembelajaran yang kreatif. Intinya mereka butuh yang seperti ini (konferensi video), mereka butuh tatap muka, kelihatan wajahnya, ada pengantar lalu diberi tugas. Atau beri tugas saja yang mereka lebih senang, seperti bikin vlog," katanya.
Ganjar juga berencana bakal kembali menjalankan program Gubernur Mengajar yang telah berhenti semenjak pemberlakuan Belajar dari Rumah. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat Ganjar juga bakal melakukan konferensi video dengan para perantau Jateng di luar daerah.
"Saya terinspirasi di suasana stay at home ini program Gubernur mengajar saya rasa bisa dijalankan. Rencana saya akan saya teruskan dengan calon pemudik yang tidak mudik. Untuk mereka yang di Jabodetabek, mau saya ajak bicara agar persoalannya bisa disampaikan dan terselesaikan. Dengan TKI juga. Akan kita buat serial," tandasnya. (Afri Rismoko)
AYO BACA : Dari 17 Ribu WNI yang Jadi ABK, Baru 8 Ribu Orang Pulang ke Tanah Air